150 UMKM Ikut Pelatihan Menyusun Laporan Keuangan

Sebanyak 150 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan menyusun laporan keuangan

150 UMKM Ikut Pelatihan Menyusun Laporan Keuangan
Zainal Arifin Lubis, Kepala BI Perwakilan Aceh

BANDA ACEH - Sebanyak 150 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) mengikuti pelatihan menyusun laporan keuangan melalui kegiatan bertajuk ‘Training of Trainer Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan UMKM (Siapik), di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Aceh, Rabu (24/4).

Kegiatan yang dibuka Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis, itu dihadiri Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen dari Kantor Pusat BI, Otoritas Jasa Keuangan, Dinas Koperasi dan UKM Aceh, Disperindag Aceh dan Banda Aceh, Unsyiah dan perbankan.

Dalam sambutannya, Zainal Arifin Lubis menyampaikan dalam rangka memanfaatkan momentum untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, BI berupaya untuk terus mendorong perluasan akses keuangan bagi masyarakat. Pendalaman pasar keuangan, dan inklusi keuangan masih rendah sehingga menyebabkan perekonomian Indonesia cukup rentan terhadap gejolak, baik dari internal maupun eksternal.

Dikatakan, BI dan sejumlah pihak sudah bersinergi untuk mendorong intermediasi perbankan yang seimbang dan berkualitas serta meningkatkan akses keuangan. Salah satu pendekatan yang dilakukan oleh BI adalah mendorong peningkatan akses keuangan kepada para pelaku UMKM yang notebene-nya bergerak disektor riil dan informal.

Menurutnya, pendekatan yang dilakukan oleh BI tidak hanya dari sisi regulasi melalui PBI tentang kredit UMKM melainkan juga dari sisi kebijakan riil yaitu melalui penguatan kapasitas UMKM agar dapat menyusun laporan keuangan yang kredibel, dan terstandarisasi.

“Untuk itu, Bank Indonesia sejak 2014 sudah mengembangan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (Siapik). Aplikasi ini merupakan piranti yang dapat digunakan UMKM untuk mencatat transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan yang standar,” jelas Zainal Arifin Lubis.

Ia menjelaskan penggunaan SIAPIK ini diharapkan dapat mengurangi asymetrical information oleh perbankan, dan membantu perbankan untuk menganalisa calon debitur. Sementara bagi UMKM, SIAPIK diharapkan dapat membantu untuk mengevaluasi kinerja usaha, membantu menyusun laporan keuangan, sebagai bahan pengajuan kredit.

Fitur-fitur SIAPIK memungkinkan UMKM untuk menyusun laporan keuangan dengan mudah bahkan SIAPIK tersedia pada perangkat berbasis android dan dekstop. “Laporan keuangan yang dihasilkan juga sudah lengkap, dan disertai dengan analisis rasio-rasio keuangan tertentu,” ujarnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk mendiseminasikan aplikasi SIAPIK kepada pelaku UMKM agar dapat didayagunakan sebagai alat bantu pencatatan transaksi keuangan yang praktis, user friendly, dan dapat diunduh secara gratis di Google Playstore. Disamping itu, pelaku UMKM juga dapat memanfaatkan SIAPIK ini ketika hendak mengajukan pembiayaan ke perbankan dengan adanya laporan keuangan yang kredibel dan sesuai dengan standard yang berlaku.

Setelah penyelenggaraan kegiatan tersebut, BI Aceh akan bekerja sama dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah Banda Aceh dalam rangka melakukan pendampingan kepada 20 UMKM yang terpilih selama enam bulan penuh agar dapat mengggunakan SIAPIK secara berkelanjutan.(una)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved