Citizen Reporter

Merasakan Ujian Masuk Universitas di Amerika

TANPA terasa hanya beberapa bulan lagi saya akan kembali ke tanah air tercinta, Indonesia. Oleh sebab itu, saya coba berbagai tentang hal-hal

Merasakan Ujian Masuk  Universitas di Amerika
IST
MUHAMAMD ATHALLAH, Siswa SMA Negeri Unggul Aceh Timur, sedang mengikuti Pertukaran Pelajar Kennedy Lugar Youth Exchange and Study/Bina Antarbudaya, melaporkan dari Arkansas, Amerika Serikat

MUHAMAMD ATHALLAH, Siswa SMA Negeri Unggul Aceh Timur, sedang mengikuti Pertukaran Pelajar Kennedy Lugar Youth Exchange and Study/Bina Antarbudaya, melaporkan dari Arkansas, Amerika Serikat

TANPA terasa hanya beberapa bulan lagi saya akan kembali ke tanah air tercinta, Indonesia. Oleh sebab itu, saya coba berbagai tentang hal-hal yang baru saya rasakan di Negeri Paman Sam ini, negara yang mempunyai fasilitas publik termaju.

Hal yang ingin saya reportasekan kali ini adalah tes American College Testing (ACT), salah satu tes masuk perguruan tinggi yang tersedia di Amerika Serikat (AS). Tes ini bisa disamakan seperti tes Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kalau di Indonesia. Bedanya, tes ACT ini tidak memiliki pembagian jurusan seperti tes SBMPTN yang memiliki tes khusus sains dan tes khusus sosial.

Salah satu hal yang membedakan tes ACT dengan tes SBMPTN adalah jadwal tesnya. Tes ACT tersedia pada bulan Februari, April, Juni, Juli, September, Oktober, dan Desember setiap tahunnya. Jadi, tidak seperti tes SBMPTN yang hanya berlangsung sekali dalam setahun.

Selain itu, tes ACT bisa diambil dari kelas 10 SMA, sehingga para siswa bisa mengukur kemampuan mereka dan mempersiapkan diri ke jenjang perkuliahan sebelum lulus SMA. Di sini saya duduk di kelas 11 sehingga saya memiliki kesempatan besar untuk ikut tes ini.

Tes ACT terdiri atas empat bagian: tes bahasa Inggris, matematika, membaca, dan tes sains. Keempat tes tersebut jenis soalnya adalah tes pilihan ganda. Tes bahasa Inggris terdiri atas 75 butir soal, tes matematika 60 soal, tes membaca 40 soal, dan tes sains 40 soal.

Tes ACT juga menyediakan tes esai bagi siswa yang ingin mengambilnya atau bagi siswa yang ingin ke perguruan tinggi yang mewajibkan para pendaftarnya mengikuti tes esai. Untuk mendaftar, siswa diwajibkan mendaftar melalui laman yang disediakan via online.

Sebelum memilih tipe tes yang diinginkan, siswa diberi kesempatan mengisi personal interest yang, menurut saya, cukup unik. Jika siswa memilih untuk mengisinya, pihak penyelenggara tes akan memberikan laporan apakah siswa tersebut cocok di jurusan yang akan diambil dan apa pula metode belajar yang cocok bagi siswa tersebut. Saya sendiri memilih untuk mengikuti tes ini. Setelah itu, siswa akan diberikan pilihan untuk mengambil tes esai dan diberikan pilihan mengirimkan skor akhir mereka untuk dikirimkan ke empat universitas, baik di dalam Amerika maupun di luar Amerika yang menerima tes ACT sebagai persyaratan masuk perguruan tinggi. Saya memilih untuk tidak mengambil tes esai dan saya mengirimkan skor saya ke berbagai perguruan tinggi yang menurut saya cocok bagi saya. Setelah semuanya selesai, siswa akan diberikan form pembayaran. Saya bayar $42.50 untuk tes saya. Jika saya mengambil tes esai, saya akan dikenakan biaya tambahan sebesar $16.

Saya mendaftar tes ACT dua bulan sebelum tanggal tes yang saya pilih, sehingga saya memiliki banyak kesempatan untuk belajar lebih lanjut. Saya juga sering bertanya kepada guru matematika dan bahasa Inggris saya di sekolah untuk meningkatkan kemampuan saya dalam mengerjakan soal cerita dan soal yang memiliki tingkat kesulitan yang kompleks.

Sehari sebelum tes, saya mengistirahatkan diri saya dan menyegarkan pikiran agar pikiran saya tidak semrawut saat ikut tes.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved