Harga Gula Merangkak Naik

Seminggu menjelang Bulan Ramadhan, harga gula pasir putih di tingkat pedagang grosir di Banda Aceh dan Aceh Besar, merangkak naik

Harga Gula Merangkak Naik
SERAMBI HERIANTO
HARGA gula pasir putih di tingkat pedagang grosir naik di sejumlah pasar karena memasuki bulan suci Ramadhan. Foto direkam Senin (29/4).SERAMBI HERIANTO 

BANDA ACEH - Seminggu menjelang Bulan Ramadhan, harga gula pasir putih di tingkat pedagang grosir di Banda Aceh dan Aceh Besar, merangkak naik. Di Pasar Lambaro, Aceh Besar, Pasar Kampung Baru dan Pasar Peunayong, Banda Aceh, harga gula pasir sudah menembus angka Rp 600.000/sak (50 kg) atau Rp 12.000/kg.

Suhadi, pedagang grosir bahan kebutuhan pokok di Pasar Lambaro kepada Serambi, Senin (29/4) mengatakan, harga gula pasir di tingkat pedagang grosir sudah tembus Rp 600.000/sak atau naik sekitar Rp 20.000-Rp 50.000 per saknya dari minggu sebelumnya.

Akibat kenaikan harga di tingkat grosir, harga eceran gula pasir juga ikut naik menjadi Rp 13.000/kg, sedikit di atas harga eceren tertinggi (HET) gula pasir pemerintah Rp 12.500/kg.

Dikatakan, kenaikan harga tebus gula pasir ditingkat grosir, karena harga belinya di Medan sudah naik. Harga di Medan saat ini Rp 570.000-Rp 575.000/sak, tambah ongkos angkut dari Medan ke Lambaro, Aceh Besar, Rp 20.000/sak, jatuh harga pokoknya Rp 595.000/sak.

“Kami beli di Lambaro dari distributor pagi ini (Senin pagi, red) Rp 595.000/sak, lepas kepada pengecer Rp 600.000/sak (50 kg), ambil untung Rp 5.000/sak.” ujar Suhadi.

Suhadi memperkirakan, harga gula pasir di Aceh terus akan bergerak naik sampai minggu kedua Ramadhan. Tapi berapa kenaikan, dirinya tidak bisa menyebutkan, karena sangat tergantung harga tebus di Medan.

Ramadhan tahun lalu, ungkap Suhadi, harga gula pasir relatif bisa terkendali, karena PT Mastura/Kande Agung, masih memasukkan gula pasir dari Lampung dan Surabaya ke gudangnya di Lambaro antara 7.000-10.000 ton. Tahun ini, perusahaan itu tidak lagi bermain di usaha dagang gula pasir, sudah memfokuskan ke usaha perkebunan kelapa sawit dan CPO di Bireuen.

Ditambahkan Suhadi, meski harga gula mulai merangkak naik, namun untuk komoditi lain seperti telur ayam yang pasokannya juga dari Medan, harganya relatif stabil. Sudah dua minggu ini harga jualnya tetap berkisar Rp 348.000/ikat (300 butir).

Tepung terigu juga demikian, harganya masih relatif stabil. Terigu segitiga biru Rp 188.000/sak (25 Kg) dan tepung terigu cap payung Rp 160.000/sak (25 Kg), tepung kanji Rp 208.000/sak (25 Kg).

Minyak goreng curah, masih stabil Rp 10.000/Kg. Tepung beras Rp 120.000/kotak (20 bungkus), tepung ketan Rp 162.00/kotak (20 bungkus).

Bulog Diminta Menstabilkan
Sementara Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh, Muhammad Raudhi, berharap pihak Bulog Aceh segera turun tangan untuk menstabilkan harga gula pasir.

Pada rapat koordinasi (Rakor) persediaan kebutuhan pokok yang digelar di Gedung Serbaguna, Setda Aceh, sepekan yang lalu, pihak Bulog sudah mengatakan akan memasok gula pasir sebanyak 1.000 ton dalam minggu ini dan minggu kedua Ramadhan menambah lagi sebanyak 3.000 ton. “Apakah gula pasir yang pertama sebanyak 1.000 ton sudah masuk dan disdistribusikan kepada pedagang?” tanya Raudhi.

Kabid Pengadaan Kebutuhan Pokok Bulog Aceh, Lili, yang dikonfirmasi terkait pasokan gula pasir untuk stok Bulan Ramadhan mengatakan, kiriman gula pasir yang baru masuk hanya untuk persediaan pasar murah, sebanyak 200 ton. Sedangkan pasokan kedua sebanyak 1.000 ton dan pasokan tambahan berikutnya sebanyak 3.000 ton, baru akan masuk pada bulan puasa.

Namun begitu, untuk mengatasi lonjakan harga gula pasir ditingkat grosir, pihaknya akan berusa mencari tambahan stok gula pasir dari mitra Bulog yang ada di Aceh dan Medan. “Kita akan sampaikan kepada pimpinan lebih dulu, terkait terus bergerak naiknya harga gula pasir ditingkat grosir, seminggu menjelang Bulan Ramadhan ini,” ujarnya.(her)

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved