Citizen Reporter

Semarak Perayaan Golden Week di Jepang

GOLDEN Week atau Minggu Emas adalah salah satu libur panjang yang ditunggu-tunggu oleh warga Jepang. Kantor-kantor pemerintahan

Semarak Perayaan  Golden Week di Jepang
IST
YUNITA ARAFAH, Visiting Research Student di Keio University dan Dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Tokyo, Jepang

YUNITA ARAFAH, Visiting Research Student di Keio University dan
Dosen Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala, melaporkan dari Tokyo, Jepang

GOLDEN Week atau Minggu Emas adalah salah satu libur panjang yang ditunggu-tunggu oleh warga Jepang. Kantor-kantor pemerintahan, sekolah, universitas, juga perusahaan-perusahaan swasta meliburkan segala aktivitasnya pada Minggu Emas ini.

Golden Week umumnya dimulai sejak akhir April hingga minggu pertama bulan Mei. Masa-masa ini juga sering didukung oleh cuaca yang cukup menyenangkan karena berada pada musim semi dengan suhu yang tak terlalu dingin.

Libur resmi Golden Week terdiri atas empat hari perayaan. Dimulai sejak 29 Mei sebagai Hari Showa (Showa Day), yaitu peringatan hari ulang tahun mantan kaisar Showa yang mangkat pada tahun 1989. Tanggal 3 Mei sebagai Hari Peringatan Konstitusi (Constitution Day). Tanggal 4 Mei adalah Hari Hijau (Greenery Day) yang diperingati sebagai hari dedikasi bagi lingkungan dan alam. Terakhir, tanggal 5 Mei sebagai Hari Anak-anak (Children’s Day).

Tahun 2019 adalah tahun yang berbeda dan spesial. Mengapa spesial? Karena, perayaan Golden Week tahun ini masa liburnya paling panjang jika dibandingkan dengan perayaan-

perayaan Golden Week sebelumnya, yaitu libur selama sepuluh hari penuh (27 April-6 Mei 2019). Hal ini disebabkan adanya tambahan libur akhir pekan dan hari “kejepit”. Undang-

undang di Jepang memberlakukan bahwa apabila ada satu hari yang berada di antara hari libur nasional, maka otomatis hari tersebut juga akan menjadi hari libur.

Tidak hanya itu, keistimewaan Golden Week tahun ini yang membuatnya menjadi berbeda adalah karena adanya pergantian kaisar baru. Pergantian kaisar ini adalah yang pertama setelah Perang Dunia II dan yang pertama kalinya dalam sejarah kekaisaran Jepang, yaitu kaisar turun takhta dengan cara mengundurkan diri karena sebelumnya pergantian takhta selalu dilakukan setelah kaisar mangkat.

Kaisar Akihito (84 tahun) akan turun takhta pada 30 April dan selanjutnya takhta kekaisaran yang baru akan diserahkan kepada putranya, Pangeran Naruhito (58 tahun) pada 1 Mei 2019. Seratus lebih kepala negara hadir dalam perhelatan besar ini dan puluhan juta orang akan menyaksikannya. Oleh sebab itu, tidak dapat dipungkiri apabila bandara, stasiun kereta api, dan tempat-tempat umum lainnya akan menjadi sangat ramai selama masa Golden Week ini.

Tempat-tempat wisata yang ada di berbagai kota di Jepang juga diperkirakan akan sangat padat. Apabila Anda berniat untuk mengunjunginya, maka sebaiknya akomodasi dan transportasi sudah dipesan jauh-jauh hari sebelumnya. Bukan hanya untuk mengantisipasi kapasitas hotel yang terbatas, tapi juga karena tarif yang ditawarkan biasanya menjadi berkali-kali lipat dari harga biasanya.

Halaman
12
Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved