Aceh Terhenti di Penyisihan

Skuadra Aceh langsung terhenti di babak penyisihan grup B cabang sepak bola Arafura Games 2019

Aceh Terhenti di Penyisihan
SERAMBI/IMRAN THAYEB
PEMAIN Northern Knights Darwin (berdiri) foto bersama pemain Aceh di Stadion Marrara, Darwin, Australia, Rabu (2/5) malam. 

* Cabang Sepak Bola Arafura Games 2019

DARWIN - Skuadra Aceh langsung terhenti di babak penyisihan grup B cabang sepak bola Arafura Games 2019, yang berlangsung di Stadion Marrara, Darwin, Australia. Tim besutan Saiful Khattab-Zulkifli Alfat kalah bersaing dengan empat tim lainnya yaitu tuan rumah Northern Knights Darwin, Indigenous Roos Australia, Timnas Timor Leste, dan Brigade 1 Darwin. Hasil itu membuat kubu Tanah Rencong gagal mengulang prestasi pada even yang sama di dua edisi sebelumnya.

Seperti diketahui, pada tahun 2009, anak-anak Aceh berhasil finis sebagai runner-up. Dalam partai final kala itu, Aceh menyerah 0-1 dari Timnas Timor Leste. Sementara pada Arafura Games edisi 2011, laskar Serambi Mekkah sukses tampil sebagai juara. Dalam pertandingan puncak, Dian Ardiansyah dkk saat itu berhasil mengatasi perlawanan tuan rumah Darwin, 1-0. Hasil tersebut membuat Syahru Ramadhan dkk meraih medali emas.

Wartawan Serambi Indonesia, Imran Thayeb, dari Darwin, Australia, kemarin, melaporkan, pada partai pembuka, Senin (29/4), Adani dkk menyerah 1-3 dari Indigenous Roos. Di laga kedua sehari kemudian, Zahran cs dibungkam Timnas Timor Leste. Dalam laga di bawah sengatan matahari, M Riski cs takluk 3-4.

Dari tiga pertandingan yang dilakoni, penampilan terbaik dipertontonkan Muhammad Zulfandi dkk saat bertemu punggawa tuan rumah Northern Knights, Rabu (2/5) malam. Belia Tanah Rencong mampu mengimbanginya, meski akhirnya mereka juga kalah 0-2. Pertarungan kedua tim berlangsung dalam tensi tinggi. Menyadari kalah kecepatan, pemain tuan rumah tak segan-segan bermain keras dan kasar. Buruknya permainan tuan rumah tak ditunjang kualitas sang pengadil.

Wasit berulangkali membiarkan pelanggaran dari pemain tuan rumah yang dominan berpostur jangkung dan tak segan melakukan tebasan ke kaki pemain Aceh yang rata-rata berusia 17 tahun.

Puncaknya, tujuh menit usia pertandingan babak kedua bergulir, kubu Aceh protes terhadap kepemimpinan wasit. Pengadil hanya menyatakan pelanggaran biasa. Padahal, pemain Northern Knights menekel gelandang serang Aceh, Iqbal Sahputra, di lutut kanan.

Menyaksikan kejadian itu, manajer tim Aceh, H Ade Zulfadhli langsung meminta pemain meninggalkan lapangan. Akibatnya, tarung tersebut terhenti 20 menit. Di sisi lain, tebasan keras di lutut kanan membuat Iqbal Sahputra harus dibawa ke rumah sakit guna dirawat. Setelah mendapat perawatan dari tim medis, Iqbal Sahputra dibolehkan kembali ke hotel pada pukul 03.30 pagi waktu Darwin.

Ketua Umum Badan Liga Aceh, Sunardi Saleh, memutuskan, tim Aceh tak main lagi di pertandingan terakhir melawan Brigade 1 Darwin, petang kemarin. “Demi melindungi anak-anak dari permainan keras pemain senior lawan, kami sepakat untuk tak bertanding lagi di laga pamungkas,” katanya seperti dilaporkan wartawan Serambi Indonesia, Imran Thayeb, dari Darwin, Australia, kemarin.

Menyusul pertandingan yang tidak sama umur, lanjut Sunardi, pemain Aceh banyak mengalami cedera seperti Ilham Mahfuzulillah retak tulang, Iqbal Sahputra cedera lutut kanan, dan Agus Pranata. Mereka rata-rata cedera karena benturan keras.

Menurut Sunardi, benturan ini akibat panitia mengubah regulasi secara mendadak. “Kita diundang mengirim pemain usia 17 tahun. Namun, sampai di sini, panitia sudah membolehkan tim lokal memakai pemain bebas umur. Itu tak lagi sesuai dengan aturan,” pungkasnya.(*)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved