Salam

Aceh Mengembangkan SDM Dalam Belenggu Kemiskinan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Aceh saat ini fokus

Aceh Mengembangkan SDM Dalam Belenggu Kemiskinan
IST
PLT Gubernur Aceh, Nova Iriansyah bersama istri dan Kadis Pendidikan Aceh, Syaridin, menyalami para siswa pada peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2019, di Lapangan Blangpadang, Banda Aceh, Kamis (2/5). 

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah mengatakan, Pemerintah Aceh saat ini fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM). Berbicara dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional (Harpenas) tahun 2019, Nova berkata, “Sesuai dengan tema Harpenas dan kebijakan pemerintah pusat, setelah fokus membangun infrastruktur, maka saat ini kita fokus pada pengembangan sumber daya manusia, jadi leading sector pada proses ini tentu saja institusi-institusi pendidikan.”

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir Efendi, mengimbau semua pihak untuk menjadikan peringatan Harpenas 2019 sebagai momentum untuk melakukan muhasabah dan refleksi terhadap usaha-usaha yang telah diperjuangkan di bidang pendidikan, dan memproyeksi pendidikan nasional yang dicita-citakan. “Kita perlu merenung sejenak untuk menengok ke belakang, melihat apa yang telah kita kerjakan di bidang pendidikan, untuk kemudian bergegas melangkah ke depan guna menggapai cita-cita masa depan pendidikan nasional yang didambakan.”

Kita setuju Pemerintah Aceh berkonsentrasi pada peningkatan sumber daya manusia. Sebab, dengan kualitas SDM yang baik, kita yakin Aceh bisa keluar dari jeratan kemiskinan yang sudah bertahun-tahun membelenggu. Dari segi dana, sebagai daerah khusus sebetulnya Aceh tak terlalu kesulitan, setidaknya sapanjang dana otonomi khusus masih ditransfer dari Pusat.

Namun, yang menjadi pertanyaan kita, mudahkah meningkatkan SDM di daerah ini. Atau kita harus mulai dari mana? Sebab, banyak provinsi yang sudah pernah bekerja keras meningkatkan SDM daerahnya, tapi ternyata tak gampang mencapai target.

Secara nasional, pemerintah kita beberapa tahun lalu pontang-panting menyiapkan diri agar tak tergilas kebijakan-kebijakan dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mulai 2015. Semua penduduk yang tinggal di ASEAN dapat keluar dan masuk dari satu negara ke negara lain untuk mendapatkan pekerjaan tanpa adanya hambatan di negara yang dituju. Yang sangat dikhawatirkan, tenaga kerja Indonesia akan kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara tetangga.

Laporan Pembangunan Manusia yang dirilis UNDP pada 2013 menempatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di posisi ke-121 dari 187 negara di dunia. IPM Indonesia masih kalah jauh dibandingkan Malaysia, yang menempati urutan ke-64 dan Singapura di peringkat ke-18.

Data UNDP juga menunjukkan rata-rata lama bersekolah penduduk Indonesia usia 25 tahun ke atas baru mencapai 5,8 tahun. Itu artinya, sebagian besar penduduk Indonesia bahkan tidak lulus sekolah dasar.

Salah satu penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia di Indonesia karena terabaikannya isu bidang kependudukan oleh elite politik. Itu artinya, capres dan cawapres terpilih nanti harus memberi perhatian serius terhadap pembangunan sumber daya manusia Indonesia.

Jika ingin fokus peningkatan SDM, tentu pintu masuk yang paling tepat adalah pendidikan. Akan tetapi, Aceh ini mutu pendidikan dan SDM bidang pendidikan juga tidak cukup baik. Padahal, SDM yang kompeten dan yang berkualitas sangat diperlukan untuk mendukung aktivitas suatu pendidikan. Nah, bagi Aceh, pembenahan manajemen SDM yang baik di lembaga pendidikan juga harus menjadi fokus jangka pendek. Seorang pakar mengatakan, “Fungsi manajemen SDM adalah sebagai perencana, pengorganisasi, pelaksana, pemelihara, pengawasan dalam mencapai tujuan organisasi yang diinginkan.”

Manajemen SDM perlu dikelola secara baik, agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Apa yang dihasilkan manajemen SDM menjadi tolok ukur keberhasilan pendidikan. Misalnya SDM dalam lembaga pendidikan telah menjalankan tugasnya dengan baik, yaitu kepala sekolah sebagai manajer di sekolah, guru mendidik dan mengajar, karyawan melaksanakan tugasnya dengan baik, penjaga sekolah menjaga keamanan sekolah, dan semua siswa melaksanakan kewajibannya.

Jika itu tercapai, maka Insya Allah pemerintah dan masyarakat bisa mengucapkan “selamat tinggal kemiskinan!”

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved