Jurnalisme Warga

Melirik Keindahan Danau Bungara

SINGKIL adalah negeri seribu pesona. Di sini banyak situs yang menarik untuk dikunjungi

Melirik Keindahan Danau Bungara
IST
WANHAR LINGGA, pegiat wisata Danau Bungara, Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Danau Bungara, Singkil

OLEH WANHAR LINGGA, pegiat wisata Danau Bungara, Anggota Forum Aceh Menulis (FAMe), melaporkan dari Danau Bungara, Singkil

SINGKIL adalah negeri seribu pesona. Di sini banyak situs yang menarik untuk dikunjungi. Ada destinasi wisata populer Pulau Banyak yang sudah menjadi kunjungan wajib bagi wisatawan dalam dan luar negeri yang datang ke Aceh Singkil. Ada pula sungai terpanjang di Aceh yang membelah dan bermuara di Singkil. Hulunya di Aceh Tenggara. Sungai ini, selain dinamakan Lae Alas juga Lae Soraya. Sungai inilah urat nadi kehidupan masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai.

Selain itu, bumi Syekh Abdurrauf As-Ssingkily ini juga memiliki danau. Danau Bungara namanya. Danau ini adalah danau kedua terluas di Aceh, setelah Danau Lut Tawar di Aceh Tengah.

Berdasarkan hasil survei tahun 2008 oleh tim konsultan dan staf Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh diketahui bahwa luas Danau Bungara berkisar 85,6 hektare (ha). Danau ini dikelilingi oleh empat kampung. Di sebelah timur berbatas dengan Kampung Butar, di sebelah barat dengan Kampung Lentong, sebelah utara dengan Kampung Danau Bungara, dan di sebelah selatan berbatas dengan Kampung Lapahan Buaya.

Selain dikenal sebagai nama danau, Danau Bungara juga merupakan nama suatu desa sekaligus ibu kota Kecamatan Kota Baharu yang letaknya lebih kurang 55 km dari Singkil, ibu kota Aceh Singkil.

Bagi para backpacker dan traveler penantang alam liar, wisata ke danau ini layak direkomendasikan sebagai salah satu destinasi yang perlu dicoba. Namun, bagi Anda yang hanya ingin menikmati panorama dan kenyamanan maka harus berpikir secara lebih matang. Soalnya, di seputaran danau ini belum hadir sentuhan. Belum ada fasilitas publik yang membuat pelancong nyaman. Maklum, untuk saat ini Danau Bungara masih dalam proses pengembangan sebagai objek wisata andalan Aceh Singkil.

Jika ingin menikmati panorama danau, Anda cukup duduk di pinggir sambil berteduh di bawah pohon sawit. Bisa juga mencoba naik bungki (perahu dayung) milik warga sekitar untuk berkeliling mengitari gugusan pulau di danau tersebut. Ada juga bisa menyeberang dan singgah di pulau tengah dan menikmati indahnya alam ditemani angin sepoi-sepoi yang akan menghilangkan rasa lelah Anda.

Bagi Anda yang hobi memancing tak salahnya mencoba kepiawaian dan keberuntungan Anda di danau ini. Ikan nila, ikan mas, dan lele siap menyambar umpan di ujung kail Anda.

Menurut Kepala Kampung Danau Bungara yang saya wawancarai, ikan endemik yang terdapat di danau ini bermacam-macam. Ada ikan pahiten, baung, bakut, mujahir, dan ikan mas. Anehnya lagi, walau airnya tawar, tapi sesekali pemancing atau nelayan di danau ini juga mendapatkan ikan laut. Ah, luar biasa.

Mengapa bisa? Menurut legenda, masyarakat di sekitar danau secara turun-temurun meyakini bahwa danau seluas 85,6 ha ini di dasarnya terdapat lubang yang tembus ke laut di sekitar Anak Laut Gosong Telaga, Singkil Utara, yang berjarak kira-kira 50 kilometer. Itulah sebab, ikan laut atau ikan air asin pun sesekali ditemukan di danau ini. Misalnya, ikan merang, kerong, cabe-cabe, ikan tanda, dan lainnya.

Panorama alam Danau Bungara juga sangat memesona, ditambah cerita rakyat yang melegenda dan hampir semua penduduk mengetahui cerita tersebut beberapa jenis ikan laut yang terdapat di danau tersebut. Belum ada penelitian untuk menjawab keunikan ini. Semuanya masih dilingkupi misteri.

Sayangnya saat ini Danau Bungara seperti perawan yang dipetibesikan. Diakui keindahannya, tapi dibiarkan tetap terisolasi, minim dari perhatian pemerintah. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat tim pegiat wisata dan masyarakat setempat, mereka terus gigih untuk mempromosikan wisata Danau Bungara.

Bahkan pada Agustus 2017 tim pengiat wisata bersama Kepala Kampung Danau Bungara mengadakan Festival Danau Bungara yang agenda utamanya adalah lomba mendayung perahu (mengkayuh bungki) di danau yang promosinya saat itu maksimal dibantu oleh Harian Serambi Indonesia melalui terbitan tanggal 14 Agustus 2017.

Festival Danau Bungara sudah dua kali digelar secara terbuka (open) dan sejak itulah nama Danau Bungara mulai dikenal luas. Tak berlebihan saya kira jika Kepala Kampung Danau Bungara menargetkan desa yang dipimpinnya itu menjadi desa wisata pada tahun 2021 karena memang layak sebagai desa wisata.

Nah, Anda penasaran ingin berkunjung? Yuk, nikmati panorama keindahan alam Danau Bungara. Rasakan sensasi bersampan di sini atau memancing ikan yang terkadang dapat ikan sungai, tapi ada kalanya saat strike yang Anda dapatkan justru jenis ikan laut. Jangan kaget. Ini Danau Bungara, Bung!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved