Balai Bahasa

Kepribadian Tokoh Dalam Novel Tungku Karya Salman Yoga S

Kekuatan karya sastra dapat dilihat seberapa jauh pengarang mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaan

Kepribadian Tokoh Dalam Novel Tungku Karya Salman Yoga S
IST

Oleh: Muhammad Iqbal, Penulis adalah dosen Tadris Bahasa Indonesia IAIN Malikussaleh

Kekuatan karya sastra dapat dilihat seberapa jauh pengarang mampu mengungkapkan ekspresi kejiwaan dalam sebuah karya sastra. Kajian sikologi sastra di samping meneliti perwatakan tokoh secara psikologi juga aspek-aspek pemikiran dan perasaan ketika menciptakan karya tersebut.

Analisis tokoh dan perwatakan dalam karya sastra harus berdasarkan teoridan hukum-hukum psikologi yang menjelaskan perilaku dan karakter manusia. Teori psikologi dapat digunakan untuk menganalisis sebuah karya sastra. Salah satunya adalah psikoanalisis yang dikemukakan oleh Sigmun Freud. Menurut Freud, kehidupan jiwa memiliki tiga tingkat kesadaran, yakni sadar (conscious), bawah sadar (preconscious), dan tidak sadar (unconscious).

Kepribadian adalah suatu integrasi dari semua aspek kepribadian unikdari seseorang yang menentukan seseorang dan dimodifikasi oleh upaya seseorang beradaptasi dengan lingkungan yang selalu berubah. Kepribadian juga didefinisikan sebagai pola khas seseorang dalam berpikir dan erperilaku yang relatif stabil dan dapat diperkirakan (Yusuf, 2008:17). Menurut Littauer (2008:24), tipe-tipe kepribadian seseorang dibagi 4 macam, yaitu korelis, melankolis, plegmatis, dan sanguinis.

(1) Koleris dikenal sebagai orang yang keras, tegas, dan kuat. Mereka memiliki energi besar untuk melakukan hal-hal sulit, memiliki dorongan dan keyakinan yang kuat akan kemampuan diri mereka. Orang koleris memiliki beberapa kelemahan. Orang koleris adalah tuan tanpa salah dan pekerja keras, tetapi pada sisinya yang negatif mereka tidak bisa rileks. Tipe koleris percaya pada keyakinannya yang kokoh bahwa dia benar. Koleris orangnya kuat tidak tahu tentang cara menangani orang lain dan selalu benar, tetapi tidak populer.

(2) Melankolis sangat hati-hati, teliti, suka curiga, tidak senang membuat kesalahan, senang dengan detail, menyukai data, fakta, angka-angka dan grafik. Orang melankolis memiliki beberapa kelemahan. Pertama, orang melankolis yang sempurna sangat mudah tertekan. Kedua, orang melankolis yang sempurna punya citra diri rendah. Ketiga, orang melankolis yang sempurna suka menunda-nunda. Empat, orang melankolis selalu mengajukan tuntutan yang tidak realistis kepada orang lain.

(3) Orang yang memiliki sifat plegmatis mereka selalu mencari solusi yang palingsederhana dari setiap masalah yang dihadapi, selalu bersikap konservatif (berhati-hati), tetapi kadang bisa menjadi penakut (Sujanto, 2004:15). Orang plegmatis memiliki beberapa kelemahan. Pertama, tidak adanya ketidakmampuannya untuk punya antusiasme atas apapun. Kedua, orang plegmatis yang damai melawan perubahan. Ketiga, orang plegmatis yang damai tampaknya malas dan berharap dengan menunda-nunda bisa menghindari pekerjaan sama sekali. Empat, orang plegmatis yang damai punya kemauan baja yang tenang. Ia tidak bisa mengomunikasikan perasaannya. Kelima, orang plegmatis yang damai tampaknya tidak berpendirian, ia tidak bisa membuat keputusan.

(4) Seorang sanguinis umumnya ekstrovet (suka bergaul dengan orang lain), pembicara, optimis. Selain itu, orang yang memiliki karakter pribadi sanguinis biasanya memiliki kepribadian menarik, pandai berbicara, pandai menghidupkan forum dan mempunyai rasa humor yang tinggi (Yusuf, 2008:42). Orang sanguin memiliki beberapa kelemahan. Pertama, orang sanguin yang populer selalu banyak bicara. Kedua, orang sanguin hanya mementingkan diri sendiri, tidak perasa terhadap orang lain. Ketiga, orang sanguinis punya ingatan yang belum dikembangkan. Keempat, sanguinis yang populer adalah teman yang tidak tetap pikirannya dan pelupa. Kelima, orang sanguin selalu menyela dan menjawab untuk orang lain. Enam, rang sanguin terlihat tidak tertib dan tidak dewasa. Tokoh yang terdapat dalam novel Tungku sebanyak 16, dan 2 tokoh utama. Tokoh utama itu adalah Anan dan Gegur yang keduanya berkepribadian korelis.

Kelebihan kepribadian ini selalu berani dan cerdas dalam menentukan sesuatu. Tokoh yang berkepribadian ini selalu dominan dan sifatnya ekstrovet. Selain menjadi pemimpin, korelis juga kepribadian yang selalu dipercaya oleh pemimpin. Pribadi korelis dikenal dengan manusia super kuat yang selalu mencari pemecahan praktis dan pasti dalam membuat keputusan. Untuk masalah kerapian, tokoh yang berkepribadian adalah sosok yang rapi, tanggung jawab, dan tegas, serta unggul. Di samping sederetan kelebihan, kekurangan kepribadian ini korelis sering ceroboh dan selalu curiga terhadap hal-hal kecil yang mungkin akan menimpa dirinya. Korelis sulit mengelola diri sehingga sering ego dan membuat hal-hal yang kontroversi seperti Gegur. Perilaku Gegur dipengaruhi oleh keluarga dan lingkungannya. Sebagai keluarga Raja, ia tinggal dalam lingkungan yang keras dan egas, tetapi ia kerapceroboh dalam menyikapi suatu hal sehingga terjebak dengan keadaan.

Hukuman yang menimpa Gegur akibat kontroversinya terhadap Inen Ipak dan Siti serta masyarakat Gurente karena dipengaruhi oleh lingkungannya. Gegur terjerumus dalam narkotika sehingga adanya dorongan untuk melakukan halhal yang merugi. Di samping itu, dorongan orang terdekat begitu kuat sehingga faktor stimulus dari luar menjadi penyebab utama perubahan tokoh Gegur. Gegur adalah anak-anak satu-satunya Empun Siti. Siti sangat memanjakan Gegur yang merupakan lelaki satu-satunya dan menjadi penerus raja atau ketua adat setelah kematian Anan. Akibat dari sikap manja Siti kepada Gegur ternyata mengakibatkan Gegur bersikap kontroversi. Tingkah laku Gegur tidak disukai oleh masyarakat dan menyimpang dengan norma.

Hal ini karena situasi memberikan stimulus negatif kepada dirinya sehingga respons pada hal negatif direspons dengan cepat oleh Gegur. Anan sebagai ketua adat atau raja di Kampung Gurente menjadikan perapian atau tungku sebagai tempat belajar. Beragam hal didiskusikan di perapian itu. Anan juga belajar dari ketua adat sebelumnya, yaitu orang tuanya. Perubahan tokoh utama disebabkan oleh dua faktor, yaitu (1) faktor peperangan dan (2) faktor piskososial. Faktor peperangan antara TNI dan GAM menyebabkan situasi kampung Gurente tidak tenteram lagi. Faktor psikososial juga mempengaruhi tokoh utama dalam novel Tungku. Permasalahan kehidupan pemerkosaan, pembunuhan, perang, dan ancaman menjadi beban atau tekanan mental yang disebut sebagai stresor psikososial. Perubahan tokoh juga disebabkan oleh faktor narkotika. Gegur yang sebenarnya menjadi penerus untuk memimpin kampung Gerunte, tetapi ia harus mengakhiri hidupnya di ujung mata parang Anan disebabkan narkoba. Narkoba merupakan barang yang sangat berbahaya dan dapat merusak susunan syaraf yang dapat mengubah sebuah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk.

Sekilas Perpustakaan Balai Bahasa Aceh
Balai Bahasa Aceh yang merupakan salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan memiliki unit layanan Perpustakaan. Perpustakaan tersebut berketegori sebagai perpustakaan khusus. Perpustakaan ini mempunyai koleksi yang berkaitan dengan kebahasaan dan kesastraan.

Saat ini hampir lima ribu judul buku dimiliki yang berkaitan dengan kebahasaan, kesastraan, budaya, penelitian, kamus, karya fiksi, cerita rakyat, jurnal dan karya umum. Merupakan sebuah kebanggaan bagi kami, karena perpustakaan yang kami kelola merupakan salah satu tempat rujukan para mahasiswa/i yang berkuliah di Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar untuk mencari bahan rujukan ketika menyelesaikan tugas-tugas kuliah dan penyelesaian tugas akhir sebagai mahasiswa di jurusan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah.

Jumlah kunjungan perhari berkisar 10 s.d. 20 pemustaka, denganperputaran koleksi peminjaman bahan pustaka berkisar 2000-an judul pertahunnya. Seperti hal nya jam kerja instansi pemerintah lainnya, jam buka perpustakaan Balai Bahasa Aceh, Senin s..d Jumat, dari pukul 08.00 s.d. 16.00 Wib. Selamat berkunjung dan membaca.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved