Wali Kota Tinjau Pasar Tradisional

Untuk mengecek harga dan ketersediaan daging untuk meugang menyambut Bulan Ramadhan 1440 Hijriah

Wali Kota Tinjau Pasar Tradisional
SERAMBI/BUDI FATRIA
WARGA membeli daging meugang di Pasar Peunayong, Banda Aceh, Sabtu (4/5). Hari meugang pertama, pedagang menjual daging lembu dan kerbau Rp 150.000 per kilogram. 

* Pantau Harga Daging Meugang

BANDA ACEH - Untuk mengecek harga dan ketersediaan daging untuk meugang menyambut Bulan Ramadhan 1440 Hijriah, Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, meninjau sejumlah pasar tradisional di Banda Aceh, Sabtu (4/5).

Selain pasar daging, Wali Kota yang didampingi Asisten Pemerintahan Setdako Banda Aceh, Faisal, dan para Kepala SKPD terkait di lingkungan Pemko Banda Aceh juga mengecek harga sejumlah bahan pokok.

Sejumlah pasar yang dikunjungi Aminullah dan rombongan di antaranya Pasar Daging Peunayong di Jalan HT Daudsyah, Pasar Daging Beurawe di Jalan T Iskandar, dan Pasar Peuniti di Jalan Taman Makam Pahlawan. di Pasar Peuniti, Wali Kota juga turut mengecek harga dan ketersediaan kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, minyak goreng, tepung terigu, termasuk sayur-mayur dan buah-buahan.

Kepada awak media, Wali Kota mengatakan, ketersediaan daging untuk persiapan meugang bulan puasa ini sangat cukup. Aminullah juga meyebutkan, berdasarkan hasil pantauan pihaknya, harga daging meugang tahun ini stabil di kisaran Rp 150-160 ribu. “Harga ini sama dengan tahun lalu. Tidak ada kenaikan,” katanya.

Menurutnya, peninjauan pasar meugang rutin dilakukan setiap tahun untuk memastikan tidak ada kenaikan harga. “Jika harga stabil seperti ini pedagang bisa dapat untung dan tidak memberatkan masyarakat,” tuturnya.

Ke depan, Aminullah berharap agar harga daging dapat semakin turun. “Salah satunya dengan mendorong peningkatan produksi sapi lokal. Karena selama ini masih banyak daging dari luar sehingga harganya juga masih mengikuti harga dari luar.”

“Tadi saya juga sudah cek harga sembako dan keperluan dapur lainnya, alhamdulillah semua harganya stabil dan stok mencukupi selama Ramadan. Hanya saja ada kenaikan harga Bawang Putih sekira 20 persen akibat kurangnya pasokan. Ini akan segera kita cari solusi dengan dinas terkait,” ungkap Aminullah.

Wali Kota mengatakan, setiap hari meugang tingkat konsumsi daging di masyarakat Aceh sangat tinggi. Itu sangat dimaklumi, mengingat meugang merupakan tradisi sakral dalam menyambut Ramadhan. “Meugang ini untuk memuliakan Ramadhan dan bentuk rasa syukur atas datangnya bulan maghfirah dan ibadah.”

“Tradisi meugang ini perlu terus kita besarkan, karena tidak ada di daerah lain di Indonesia. Meugang juga merupakan salah satu warisan budaya Aceh yang cukup menarik atensi wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Banda Aceh,” pungkasnya.(aji)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved