Setan Dibelenggu Saat Ramadan, Kenapa Maksiat Masih Terjadi? Ulama Ini Singgung Cara Kerja Toke Sabu

Setan dibelenggu saat Ramadan, tapi kenapa maksiat masih terjadi? Ulama Aceh, Tgk Faisal Ali memberikan analogi tentang cara kerja toke sabu

Setan Dibelenggu Saat Ramadan, Kenapa Maksiat Masih Terjadi? Ulama Ini Singgung Cara Kerja Toke Sabu
SERAMBINEWS.COM/ZAINAL ARIFIN M NUR
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Tgk H Faisal Ali. 

Setan Dibelenggu Saat Ramadan, Kenapa Maksiat Masih Terjadi? Ulama Ini Singgung Cara Kerja Toke Sabu

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH -  Rasulullah bersaba, “Apabila Ramadhan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan dibelenggu” (HR. Bukhari dan Muslim).

Tapi kenapa masih ada orang jahat dan melakukan maksiat pada saat Ramadhan?

Kenapa orang-orang seperti tidak kuasa melawan godaan setan?

Pertanyaan ini kerap muncul setiap kali orang melihat perbuatan maksiat yang terjadi di Bulan Ramadan, termasuk Ramadhan 1440 H.

Hal ini pula yang dipertanyakan seorang pendengar Radio Serambi FM pada acara dialog interaktif Ramadhan KWPSI, di Radio Serambi FM Senin 1 Ramadhan 1440 H/6 Mei 2019 pukul 10.00 - 11.00 Wib.

Hari pertama program dialog religi yang diinisiasi oleh Radio Serambi FM 90,2 Mhz dengan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KPWI) ini menampilkan Tgk H Faisal Ali, Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, sebagai narasumber, dengan tema "Marhaban Ya Ramadhan".

Baca: Hukum Gosok Gigi Saat Puasa Ramadhan, Ini Penjelasan Ulama Aceh

Baca: Cara Mudah Mengkhatam Alquran di Bulan Ramadhan 1440 H, Ini 7 Keutamaan Baca Al-Quran Bulan Puasa

Nah, dalam dialog interaktif yang disirkan langsung Serambi FM itu, seorang pendengar bertanya kenapa kaum muslim di Timur Tengah masih terus berperang pada bulan Ramadhan.

Apakah terlalu kuat setan di Timur Tengah sehingga tidak terbelenggu?

Menanggapi pertanyaan dari pendengar itu, Tgk Faisal Ali menjelaskan bahwa setan bukan satu-satunya sumber maksiat dan kejahatan manusia.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved