Bawang Impor Dijual Tinggi

ebanyak 30 ton bawang putih impor dari Cina sudah masuk ke Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar

Bawang Impor Dijual Tinggi
SERAMBINEWS.COM/LANGSA
Bawang ilegal dari Malaysia ini diamankan gudang KPBC Type Madya Kuala Langsa. 

* Di Atas Anjuran Pemerintah

BANDA ACEH - Sebanyak 30 ton bawang putih impor dari Cina sudah masuk ke Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar. Di pasar-pasar tradisional di Banda Aceh dan Aceh Besar, harga jual bawang putih sempat menyentuh harga Rp 100 ribu/kg. Selain mahal, stok bawang putih di kedua wilayah juga minim.

Kendati bawang putih sudah mulai ‘membanjiri’ Pasar Lambaro, namun harga jual belum mampu memenuhi anjuran pemerintah Rp 30.000/kg. Bawang putih masih dijual tinggi Rp 50.000 per kilogramnya.

Para penjual bawang putih impor di Pasar Induk Lambaro, Aceh Besar kepada Serambi, Senin (6/5) mengatakan, bawang impor itu mereka beli dari penyalur di Medan. Pedagang Medan melepas bawang putihnya ke Pasar Induk Lambaro dengan harga Rp 55.000/Kg. “Kami ambil untung Rp 5.000/Kg,” kata Ridwan, seorang pedagang.

Hal senada juga disampaikan Amir. Bawang putih yang baru masuk sebanyak 20 goni itu mereka lepas kepada pengecer dengan harga Rp 60.000/Kg. Selain bawang putih, ada juga bawang merah. Harga bawang merah dari Cina ini, lanjutnya, cukup murah Rp 10.000/Kg.

“Bawang merah impor ini disukai para pengusaha restauran, rumah makan. Di samping harganya murah, stoknya juga banyak banyak dan mudah diperoleh,” ujarnya.

Sementara bawang merah lokal, harganya sedikit mahal, berkisar antara Rp 35.000-Rp 40.000/Kg. Selain itu, untuk mendapatkan barang yang bagus juga agak susah. Para ibu rumah tangga, kata Amir, banyak yang membeli bawang merah lokal, kendati harganya lebih mahal. “Pembeli beralasan bawang lokal lebih wangi dan rasanya enak. Sedangkan bawang merah dari Cina, rasanya kurang gereget,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Aceh, Muhammad Raudhi mengatakan, bawang putih impor sudah masuk ke Aceh mulai dari Aceh Tamiang sampai Aceh Besar dan Banda Aceh, serta daerah lainnya. Kendati barangnya sudah banyak, tapi harga jual ecerannya masih tinggi.

Dikatakan, para pedagang grosir mendapatkan bawang putih penyalur di Medan dengan harga Rp 50.000-Rp 55.000/Kg. “Belum ada pedagang yang berani menjual bawang putih di bawah Rp 30.000/Kg sesuai anjuran pemerintah, karena memang harga tebusnya dari penyalur masih tinggi,” tandasnya.

Kadis Perindag Aceh, Muhammad Raudhi menambahkan, untuk bawang peking dari Cina stoknya banyak dan harganya lebih murah dibanding bawang merah lokal. Harga bawang merah peking dari Cina hanya Rp 10.000/Kg, sementara bawang merah lokal kita Rp 35.000-Rp 40.000/Kg.

Sementara harga tomat Rp 12.000-Rp 13.000/Kg, cabe merah sekitar Rp 33.000-Rp 37.000/Kg, begitu juga cabe hijau dan cabe rawit antara Rp 35.000-Rp 40.000/Kg. “Harga bumbu-bumbuan itu akan kembali stabil lagi, pada minggu kedua, setelah pasokannya kembali meningkat di Pasar Induk Lambaro dan Pasar Peunayong serta Pasar Aceh,” ujar Raudhi.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved