Seruan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh

ALAM RANGKA MENYEMARAKKAN BULAN SUCI RAMADHAN 1440 HIJRIAH/2019 MASEHI DAN MELAKSANAKAN SYARIAT ISLAM SECARA KAFFAH SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR

Seruan Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh
serambinews.com

SERUAN BERSAMA FORUM KOORDINASI PIMPINAN DAERAH ACEH

DALAM RANGKA MENYEMARAKKAN BULAN SUCI RAMADHAN 1440 HIJRIAH/2019 MASEHI DAN MELAKSANAKAN SYARIAT ISLAM SECARA KAFFAH SESUAI DENGAN UNDANG-UNDANG NOMOR 44 TAHUN 1999 TENTANG PENYELENGGARAAN KEISTIMEWAAN PROPINSI DAERAH ISTIMEWA ACEH,
UNDANG-UNDANG NOMOR 11 TAHUN 2006 TENTANG PEMERINTAHAN ACEH, QANUN ACEH NOMOR
11 TAHUN 2002 TENTANG PELAKSANAAN SYARIAT ISLAM, BIDANG AQIDAH, IBADAH DAN SYIAR ISLAM DAN QANUN ACEH NOMOR 6 TAHUN 2014 TENTANG HUKUM JINAYAH QANUN ACEH NOMOR 8 TAHUN 2014 TENTANG POKOK – POKOK SYARIAT ISLAM KAMI SERUKAN KEPADA SELURUH MASYARAKAT ACEH AGAR MELAKSANAKAN KETENTUAN SEBAGAIMANA TERSEBUT DI BAWAH INI

I. KAUM MUSLIMIN/MUSLIMAT:
1. Meningkatkan wawasan pengetahuan agama dan memperbanyak amal ibadah dengan penuh keimanan dan kesadaran untuk memperoleh rahmat, maghfirah dan pembebasan dari api neraka;
2. Melaksanakan ibadah puasa ramadhan semata-mata karena Allah SWT, memakmurkan masjid, meunasah, dan tempat ibadah lainnya dengan melaksanakan shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, i'tikaf dan ibadah lainnya;
3. Menghindari perbuatan yang dapat mengurangi pahala puasa seperti perbuatan berkaitan dengan pornografi, pornoaksi dan perbuatan tercela lainnya;
4. Mewujudkan hikmah puasa ramadhan dalam kehidupan sehari-hari;
5. Memperbanyak kegiatan dakwah ramadhan dengan selalu memelihara ukhuwah islamiyah, kerukunan, keamanan dan persatuan bangsa;
6. Menunaikan zakat dan memperbanyak infak, shadaqah dan menyantuni anak yatim dan fakir miskin;
7. Menaati semua peraturan yang menyangkut ketertiban umum seperti peraturan
lalu lintas, menghindari balapan liar, petasan, dan kembang api;
8. Menghindari masalah-masalah yang dapat menimbulkan perpecahan umat; dan
9. Tidak melakukan aksi borong sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako), karena Pemerintah Aceh menjamin ketersediaan sembako khususnya selama bulan ramadhan dan idul fitri.

II. APARATUR NEGARA:
Agar melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya, disiplin, dan penuh tanggung jawab serta memelihara kode etik dan kehormatan korps aparatur pemerintah dan
menjadi tauladan yang baik bagi masyarakat dalam melaksanakan kewajiban dan syi'ar ramadhan.

III. PIHAK KEAMANAN/KETERTIBAN/SATPOL PP/WILAYATUL HISBAH:
Melakukan pengawasan, pembinaan dan penertiban terhadap pelanggaran Syariat Islam dan melakukan upaya penegakan hukum sesuai dengan peraturan Perundangundangan.

IV. PEMIMPIN FORMAL DAN INFORMAL:
1. Menjadi pelopor dan tauladan bagi masyarakat dalam melaksanakan ibadah, syi'ar ramadhan serta akhlak terpuji;
2. Menjadi pelopor dalam rangka memelihara perdamaian dan memperkuat integrasi bangsa;
3. Memakmurkan masjid, meunasah dan tempat ibadah lainnya dengan melaksanakan shalat tarawih, tadarus Al-Qur'an, i'tikaf dan ibadah lainnya; dan
4. Mengarahkan para da’i dan da’iyah agar dapat menyampaikan pesan-pesan yang menyejukkan, mendamaikan dan menghindari perbedaan pendapat (khilafiyah) dalam melaksanakan ibadah.

V. GENERASI MUDA ISLAM:
Agar senantiasa meningkatkan dan mempelopori kegiatan-kegiatan yang bernuansa islami pada bulan suci ramadhan dan menjauhi diri dari segala perbuatan maksiat dan perbuatan tercela.

VI. PEMILIK RESTORAN/WARUNG/KEDAI MAKANAN DAN MINUMAN/ PEDAGANG MAKANAN/MINUMAN KAKI LIMA :
1. Dilarang menjual makanan/minuman untuk umum sejak pukul : 05.00 s/d 16.00 WIB;
2. Menyemarakkan syiar shalat lima waktu dan shalat tarawih secara berjamaah serta tidak membuka warung dan restoran mulai shalat isya sampai selesai shalat tarawih;

VII. SALON, HOTEL DAN TEMPAT HIBURAN:
1. Pengusaha salon diharapkan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai ramadhan dengan menjaga ketentuan sebagaimana tercantum dalam surat izin usaha salon;
2. Pengusaha hotel dan kafetaria dilarang menggelar karoke dan kegiatan sejenis lainnya selama bulan suci ramadhan;
3. Pengusaha bilyard dan tempat hiburan dilarang membuka usahanya selama bulan suci ramadhan karena dapat mengurangi nilai-nilai pelaksanaan ibadah Ramadhan;

VIII. MEDIA MASSA CETAK DAN ELEKTRONIKA:
1. Mendukung sepenuhnya seruan bersama ini dan mempublikasikan kepada masyarakat luas; dan
2. Meningkatkan siaran dan terbitan yang bernuansa Islam.

IX. PENGUSAHA SEMBAKO:
Menghormati dan menjunjung tinggi nilai-nilai ramadhan dengan tidak melakukan penimbunan/penumpukan sembako.

Versi PDF dapat didownload di sini --> Seruan Bersama

Editor: iklan@serambinews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved