Suami Bantai Istri dan Dua Anak
Warga Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5) menjelang subuh digegerkan
* Korban Dikubur Satu Liang
LHOKSUKON - Warga Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara, Selasa (7/5) menjelang subuh digegerkan dengan temuan mayat seorang ibu rumah tangga bersama dua anaknya dengan luka gorok dan tusuk di tubuhnya. Bahkan, seorang korban yang baru berumur 18 bulan ditemukan dalam bak mandi dengan kondisi luka tusuk di leher.
Setelah diselidiki oleh pihak kepolisian, terungkap bahwa ketiga mayat tersebut adalah korban pembunuhan sadis yang dilakukan oleh suami korban. Ketiga korban yang meninggal dunia itu masing-masing Irawati Nurdin (35) serta dua anak kandungnya Zikra Muniza (12) dan Yazid (18 bulan). Sementara pelakunya bernama Aidil Ginting yang tak lain adalah suami ketiga dari Irawati atau ayah tiri dari kedua anak yang meninggal tersebut.
Berdasarkan informasi dihimpun Serambi, kemarin, Irawati berasal dari Makassar. Ia menikah dengan warga Ulee Madon belasan tahun lalu dan dikarunai tiga anak yaitu Riski (15) yang saat pembunuhan itu sedang tadarus di meunasah desa setempat, Zikra Muniza (12) yang meninggal dan jenazahnya ditemukan di tangga dengan luka tusuk di leher, serta Zikri (4) yang saat insiden itu berhasil melompat dari lantai dua ruko, sehingga ia selamat.
Setelah meninggal suami pertama, Irawati kemudian menikah lagi dan dikarunai seorang anak yakni Yazid (18 bulan) yang ditemukan meninggal dalam bak air kamar mandi utama dalam insiden tengah malam itu. Setelah pisah dengan ayah Yazid, Irawati sekitar empat bulan lalu menikah dengan Aidil Ginting.
Kejadian menggemparkan itu diketahui masyarakat berawal dari teriakan Zikri yang mengatakan dirinya hendak dibunuh. Bocah empat tahun ini nekat melompat dari lantai dua ruko tersebut untuk menghindari pembunuhan, kemudian ia merangkak ke rumah tetangga untuk mengabarkan ibu dan dua saudaranya dibunuh oleh ayah tirinya. Setelah mendatangi kediaman korban, warga mendapati Irawati dan kedua anaknya sudah tewas.
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan, melalui Kasat Reskrim, AKP Indra T Herlambang, kemarin, menjelaskan, pada Selasa (7/5) pagi sekitar pukul 04.00 WIB, pihaknya mendapat informasi ada insiden pembunuhan di Desa Ulee Madon, Kecamatan Muara Batu, Aceh Utara. Setelah itu, mereka langsung menuju ke lokasi. Sesampai di lokasi yaitu rumah toko (ruko) yang berada di pinggir Jalan Medan-Banda Aceh, ditemukan pintunya terkunci. Karena itu, warga setempat mendobraknya. “Kami pun masuk melalui pintu yang didobrak warga tersebut,” ujar AKP Indra.
Saat masuk ke ruko itu, sebut Kasat Reskrim, pertama kali ditemukan jenazah Irawati dengan kondisi luka tebas di leher. Lalu, di tangga ditemukan jenazah Zikra Muniza (12) dengan luka tusuk di leher, dan jenazah Yazid (18 bulan) dalam bak air di kamar mandi utama ruko tersebut. “Tapi, balita tersebut meninggal bukan karena dimasukkan dalam bak mandi, tapi karena terlebih dulu ditusuk di lehernya oleh pelaku,” ungkap AKP Indra.
Setelah itu, sambung Kasat Reskrim, pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dalam olah TKP itu, ditemukan sejumlah fakta. Di antaranya, putra sulung korban bernama Riski selamat karena saat kejadian sedang tidak berada di rumah tapi ikut tadarus di meunasah desa setempat. Selain itu, saat insiden tersebut, anak ketiga korban bernama Zikri berhasil melarikan diri dengan melompat dari lantai dua Ruko tempat mereka tinggal. Dia jatuh ke halaman ruko hingga kedua kakinya retak. Setelah itu, dengan merangkak dia (Zikri-red) menuju rumah tetangga di samping kiri ruko dan melaporkan kejadian tersebut pada tetangganya bernama Zulkifli.
Fakta lain, pada pukul 01.25 WIB korban Irawati sempat mengirim pesan singkat (SMS) kepada seorang familinya yang juga warga Ulee Madon dengan kata-kata “Tolong”. Lalu, pada pukul 01.40 WIB, familinya membalas SMS tersebut, tapi kemudian korban tidak membalasnya lagi “Karena itu, kita perkirakan pembunuhan itu terjadi antara pukul 01.25 sampai 01.40 WIB,” jelas AKP Indra.
Fakta lain, sambungnya, dalam durasi waktu itu ada yang melihat Aidil Ginting keluar dari rukonya lalu menumpang mobil angkutan umum ke arah Banda Aceh. “Didasari sejumlah fakta dari hasil olah TKP, tersangka pembunuhnya langsung mengarah kepada Aidil Ginting yang tak lain adalah suami ketiga Irawati,” timpalnya.
Setelah memastikan pelakunya, tambah Kasat Reskrim, tim Reskirm Polres Lhokseumawe langsung berkoordinasi dengan tim Subdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Aceh untuk melacak keberadaan tersangka. Sekira pukul 08.00 WIB kemarin, tersangka ditemukan sedang berada di depan Toko Cyber Handphone, Lambaro, Aceh Besar atau jalan menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang. Diperkirakan tersangka sedang menunggu angkutan kota (angkot) yang diduga untuk melanjutkan pelariannya.
Setelah ditangkap, tersangka sempat dibawa ke Mapolda Aceh. Tidak lama kemudian, tersangka langsung dibawa ke Polres Lhokseumawe. Sekitar pukul 18.30 WIB kemarin, tersangka tiba di Mapolres Lhokseumawe dengan kondisi kedua kakinya sudah diperban. Menurut AKP Indra, saat diinterogasi, tersangka sempat berupaya melawan petugas, sehingga kakinya dilumpuhkan dengan tembakan. “Meski satu kakinya sudah ditembak, tersangka masih melawan. Karena itu, kita terpaksa melumpuhkan kakinya yang satu lagi,” paparnya.
Bersama tersangka, sebut Kasat Reskrim, pihaknya menyita sejumlah barang bukti seperti satu pisau lipat yang digunakan untuk membunuh ketiga korban, sejumlah uang dan cincin, serta satu tas berisi peralatan tukang bangunan. Tersangka merupakan tukang bangunan yang selama sedang bekerja di Banda Aceh. Kini, tersangka sudah diamankan di Mapolres Lhokseumawe untuk menjalani proses hukum. “Sesuai keterangan tersangka, dia menebas leher istrinya dan menusuk leher dua anak tirinya dengan pisau lipat tersebut,” ujar AKP Indra.
Terkait motif pembunuhan, AKP Indra T Herlambang menyatakan, pihaknya belum bisa membeberkan kepada media. Sebab, sejauh ini tersangka mengaku ketika melakukan aksi sadis itu sedang kerasukan. Sehingga, ia mengaku tidak sadar saat menghabisi korban. “Tapi, kita belum percaya terhadap keterangan tersangka. Kita masih mintai keterangan lanjutan dari tersangka guna memastikan motif ia tega membantai secara sadis istri dan dua anak tirinya,” demikian AKP Indra T Herlambang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/grafis-suami-bantai-istri-dan-dua-anak.jpg)