Tangkapan Melimpah, Harga Ikan Anjlok

Hasil tangkapan nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja, Lampulo, Banda Aceh

Tangkapan Melimpah, Harga Ikan Anjlok
SERAMBI/HERIANTO
KEPALA Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Tommi Purnomo dan Kepala UPTD Lampulo, Nurhadi berbincang dengan awak boat terkait rendahnya harga ikan, di PPI Lampulo, Selasa (7/5). 

BANDA ACEH - Hasil tangkapan nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera (PPS) Kutaradja, Lampulo, Banda Aceh, pada April dan awal Mei ini mencapai 2.699 ton. Jumlah tersebut meningkat 68 persen dari bulan sebelumnya sebesar 1.665 ton.

Kepala Syahbandar PPS Kutaradja Lampulo, Tommi Purnomo kepada Serambi, Selasa (7/5), mengatakan, meningkatkan hasil tangkapan nelayan itu belum mampu mendongkrak penghasilan mereka. Pasalnya harga ikan saat ini sedang anjlok. “Sepertinya sudah menjadi hukum ekonomi, jika hasil tangkapan meningkat, harga beli dari pedagang pengumpul kurang bagus, atau cenderung menurun,” kataya didampingi Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) PPS Kutaradja Lampulo Banda Aceh, Nurmahdi.

Dikatakan Tommi, snjloknya harga ikan selain hasil tangkapan melimpah, juga dikarenakan masih sedikitnya pedagang besar yang mau membeli hasil tangkapan nelayan dalam jumlah banyak. Di PPS Lampulo, baru ada satu perusahaan yang mau membeli hasil tangkapan nelayan dalam partai besar, itu pun untuk ikan-ikan yang kondisinya bagus.

“Banyak ikan hasil tangkapan nelayan yang diturunkan di dermaga PPS Kutaradja Lampulo kualitasnya kurang bagus. Itu disebabkan tidak cukupnya tersedia es untuk mengawetkan hasil tangkapan nelayan,” jelasnya.

Ditambahkan Nurmahdi, meningkatkan tangkapan nelayan pada April dan Mei ini, di samping lagi musim ikan, juga karena banyaknya boat nelayan yang menjual hasil tangkapannya ke PPS Lampulo. Boat yang ada di PPS Lampulo saat ini sebanyak 362 unit, mulai dari ukuran 5 GT sampai di atas 100 GT.

“Setiap musim ikan, seperti saat ini, ada sekitar 20 unit boat tangkap ikan dari daerah lain yang menurunkan hasil tangkapannya di PPS Kutaradja Lampulo. Sehingga kenaikan hasil penjualan ikan bisa tiga sampai lima kali lipat saat banjir ikan,” tuturnya.

Melimpahnya hasil tangkapan nelayan, ternyata tak membawa kebahagiaan bagi mereka. Sebagaimana yang diakui Gadung, seorang toke bangku di PPS Kutaradja Lampulo. Dia mengatakan, tiga hari menjelang bulan Ramadhan, ia mampu menjual 10 ton ikan kepada pedagang pengepul.

“Lumayan banyak jumlah ikan yang saya jual. Namun ikan-ikan yang saya jual hanya dihargai Rp 6.000 per kilogramnya. Jadi dari 10 ton ikan yang saya jual, hanya menghasilkan uang Rp 60 juta saja,” tandasnya lirih.

Hal senada juga diungkapkan Abdullah. Toke bangku ini juga mengaku pendapatannya dari hasil penjualan ikan selama April dan Mei ini, jauh menurun dibanding bulan sebelumnya. “Pada bulan Maret, harga beli ikan partai besar berkisar Rp 10.000-Rp 15.000/Kg. Tapi sekarang setiap kilogramnya hanya diharga Rp 6.000. Hasil melimpah, tapi pendapatan menurun,” tandasnya.(her)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved