Opini

Anugerah Taqwa dalam Perspektif Puasa

Ramadhan sebagai bulan Al-Quran, kerana pada bulan ini terjadinya peristiwa Nuzul Al-Quran yang merupakan bulan

Anugerah Taqwa dalam Perspektif Puasa
IST
DR. H.RAMLI ABDULLAH, MPD., Dosen FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

OLEH DR. H.RAMLI ABDULLAH, MPD., Dosen FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Ramadhan sebagai bulan Al-Quran, kerana pada bulan ini terjadinya peristiwa Nuzul Al-Quran yang merupakan bulan turunnya kitab suci Al-Quran. Ada juga yang menyebutkan bahwa bulan Ramadhan sebagai sarana efektif untuk melatih kaum muslimin menuju taqwa kepada Allah swt.

Ramadhan (puasa) itu sendiri untuk mendidik kaum muslimin menjadi taqwa yang diakibatkan dari aktivitas kaum muslimin sepanjang bulan Ramadhan melaksanakan kewajiban berpuasa.Bulan Ramadhan dinyatakan sebagai bulan puasa, bulan Al-Quran dan bulan taqwa. Ketiga-tiga sebutan tersebut dalam bulan itu memilki banyak hikmahnya. Kaum muslimin diwajibkan berpuasa dalam upaya untuk meraih predikat takqa.

Hakikat puasa-jalan untuk menuju taqwa. Maka dengan berpuasa kaum muslimin ingin menikmati nikmat taqwa. Taqwa itu sebagai anugerah bagi kaum muslimin yang berpuasa, karena kaum muslimin yang berpuasa akan mendapatkan nilai taqwa dari Allah SWT.

Hal ini sesuai dengan firman Allah swt. “Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu taqwa.” (Q.S. Al-Baqarah: 183. Bahwa amalan berpuasa dalam bulan Ramadhan tak ubahnya seperti pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi kaum muslimin yang ingin meraih taqwa.

Bulan Ramadhan sebagai bulan yang istimewa satu-satunya bulan dalam setahun yang diwajibakan bagi kaum muslimin berpuasa, dan pada bulan itulah segala pintu kebaikan dan amalan terbuka lebar untuk menuju taqwa. Sangat rugilah bagi kaum muslimin yang tidak memanfaatkan peluang dalam bulan Ramadhan untuk berpuasa sebagai proses pembelajaran untuk meraih taqwa.

Keberadaan Al-Quran itu sebagai petunjuk kepada kaum muslimin yang bertaqwa kepada Allah swt. Al-Quran juga akan memberikan getaran hati bagi kaum muslimin yang taqwa. Kaum muslimin yang taqwa akan selalu konsisten melaksanakan semua perintah Allah swt besar atau kecil wajib dilaksanakan dan wajib ditinggalkan semua larangan Allah swt baik larangan itu besar maupun yang kecil, dan yang mampu melaksanakannya kaum muslimin yang memang benar-benar bertaqwa.

Seharusnya petunjuk dari Al-Quran itu difahami dan diamalkan oleh kaum muslimin yang bertaqwa, karena taqwa itu sebagai prasyarat untuk mendapat petunjuk dan hidayah Al-Quran. Kaum muslimin akan selalu terbuka hatinya untuk menggapai taqwa, dan akan selalu membaca, memahahi dan membumikan Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari.

Kaum muslimin merasakan sentuhan Al-Quran yang di dalamnya mengandung mukjizat dan Ilham-rahasia itu yang akan dilimpahkan oleh Allah swt kepada kaum muslimin yang benar-benar taqwa.

Dalam kenyataannya masih ada kaum muslimin yang jauh dengan Al-Quran, kemungkinan kondisi ketaqwaaan secara psikologis belum benar-benar bersemi dalam dirinya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved