Harga Kopi Arabika Gayo Mulai Turun, Ini Penyebabnya

Kopi arabika yang merupakan komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) mengalami penurunan harga.

Harga Kopi Arabika Gayo Mulai Turun, Ini Penyebabnya
SERAMBINEWS.COM/MAHYADI
Foto seorang petani kopi warga Kampung Blanggele, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah sedang memetik kopi, beberapa waktu lalu. 

Laporan Mahyadi | Aceh Tengah

SERAMBINEWS.COM, TAKENGON – Kopi arabika yang merupakan komoditi unggulan asal Dataran Tinggi Gayo (DTG) mengalami penurunan harga.

Rendahnya harga kopi arabika Gayo saat ini, disebabkan produksi yang melimpah serta sedikitnya kontrak pembelian kopi dari pasar dunia.

Memasuki Bulan Mei 2019, penurunan harga kopi Gayo jenis green bean grade I, ready ekspor mencapai Rp 7 ribu hingga Rp 8 ribu/kgnya.

“Salah satu faktornya, panen raya kopi arabika di daerah kita, bertepatan dengan panen kopi dunia seperti di Brazil,” kata praktisi kopi arabika Gayo, Armiyadi kepada Serambinews.com, Kamis (9/5/2019).

Dirincikan Armiyadi, untuk harga kopi arabika saat ini, mulai dari jenis gabah hanya berkisar Rp 28 ribu/bambu, sedangkan sebelumnya mencapai Rp 35 ribu/bambu.

Sementara untuk jenis gelondong atau biji merah, hanya sekitar Rp 90/kaleng.

“Untuk biji merah, sebelumnya dihargai sekitar Rp 140 ribu/kaleng. Itu artinya, ada penurunan sekitar Rp50 ribu,” rincinya.

Selanjutnya, kata Armiyadi, untuk kopi asalan dari harga Rp 75 ribu/kg, turun sekitar Rp 56 ribu hingga Rp 57 ribu/kg.

Terakhir, untuk kopi arabika ready ekspor, dari harga Rp 80 ribu turun di kisaran Rp 72 ribu hingga Rp 73 ribu/kgnya.

Halaman
12
Penulis: Mahyadi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved