Mengaku Kesal dengan Proses Perizinan Investasi di Indonesia, Jokowi: Kalau Perlu Nggak Pakai Izin

Sehingga, jika ada investasi yang berorientasi ekspor, subsitusi barang ekspor, maka segera diberikan izin.

Mengaku Kesal dengan Proses Perizinan Investasi di Indonesia, Jokowi: Kalau Perlu Nggak Pakai Izin
Instagram/@jokowi
Presiden Joko Widodo 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku kesal dengan proses perizinan investasi di Indonesia yang menurutnya masih memakan waktu lama dan membuat investor enggan menanamkan modalnya di Indonesia.

Menurut Jokowi, problem yang dihadapi Indonesia saat ini seperti defisit transaksi berjalan dapat diatasinya dengan menggenjot ekspor serta meningkatkan investasi di dalam negeri.

Sehingga, jika ada investasi yang berorientasi ekspor, subsitusi barang ekspor, maka segera diberikan izin.

"Kalau perlu nggak pakai izin, izinnya diberikan kemudian. Jengkel saya, nggak bisa menyelesaikan yang sudah kelihatan," kata Jokowi dalam Musrembangnas 2019 di Jakarta, Kamis (9/5/2019).

Baca: Setelah Bachtiar Nasir, Kini Giliran Eggi Sudjana Ditetapkan Jadi Tersangka

Baca: Wabup Aceh Selatan Apresiasi Pemilu Aman, Meski Banyak Dugaan Kecurangan

Baca: Kivlan Zen Akan Demo KPU-Bawaslu, TKN Nilai Pendukung 02 Tak Siap Kalah

"Kalau lingkup kota saya layani sendiri, masih sanggup saya layani sendiri, lingkup provinsi sanggup layani sendiri, tapi ini lingkup negara besar, ini negara besar 34 provinsi dan 514 kabupaten dan kota. Jadi harus ada kemauan kuat, kalau biasa-biasa saja jangan berharap, kita bisa masuk 5 besar negara maju," sambung Jokowi.

Jokowi mencontohkan, lima tahun lalu, jumlah izin yang harus dipenuhi untuk membangun sebuah pembangkit listrik mencapai 259 dokumen peizinan.

Padahal Indonesia sangat membutuhkan pembangkit listrik baru untuk bisa meningkatkan rasio elektrifikasi nasional.

"Sekarang sudah kita potong jadi 58 izin dari 259. Tapi jangan tepuk tangan, 58 itu juga kebanyakan juga. Apa-apaan izin 58? Maksimal 5 cukup. Izin apa? Kita kurang listrik, ada investasi yang membangun listrik, kok enggga bisa kita jemput dengan baik, kita eksekusi dengan baik," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Prosedur Berinvestasi Dinilai Masih Lama dan Panjang, Jokowi: Kalau Perlu Nggak Pakai Izin

Editor: Amirullah
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved