Tafakur

Menghidupkan Ramadhan

Hidup ini harus disadari sebagai perjalanan menuju akhirat. Kita adalah para pejalan yang beruntung

Menghidupkan Ramadhan
IST
Jarjani Usman

Oleh: Jarjani Usman

“Barang siapa melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hidup ini harus disadari sebagai perjalanan menuju akhirat. Kita adalah para pejalan yang beruntung karena diberikan kesempatan (berkali-kali) untuk singgah sebentar di bulan suci Ramadhan. Apalagi bulan Ramadhan begitu indah, nikmat, dan hidup yang menarik hati para hamba Allah beriman untuk menghidupkannya.

Bulan Ramadhan sengaja diberkahi dengan limpahan pahala. Siapa pun akan tergiur untuk meraih semua peluang emas tersebut, kecuali yang belum sadar. Namun, panggilan untuk menikmati Ramadhan dikhususkan kepada orang-orang beriman (QS. Al Baqarah: 183). Hanya orang-orang yang benar-benar beriman yang akan terpanggil untuk memasuki bulan suci ini dengan penuh kegembiraan seraya terus menghidupkannya dengan berpuasa, shalat, sedekah, dan lain-lain, untuk memungut pahala berlipat ganda siang dan malam.

Berbeda dengan orang-orang sebaliknya, yang tidak terjaga walaupun perjalanan sudah memasuki bulan suci penuh berkah. Hatinya tak tergugah untuk bangkit menghidupkan Ramadhan. Bahkan, orang-orang yang tak beriman merasa terusik dengan kedatangan Ramadhan. Orang-orang seperti ini pasti merugi besar, sebagaimana disebutkan dalam hadis, “Amat merugi orang yang Ramadhan masuk padanya kemudian Ramadhan pergi sebelum diampuni dosanya.” (HR. Al-Tirmidzi, Ahmad, al-Baihaqi, Al-Thabrani). Orang-orang seperti ini bukan hanya rugi karena tak memperoleh ampunan dosa, tetapi juga tidak mampu meraih pahala besar yang menjadi bekal untuk kehidupan akhirat.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved