Salam

Layanan PLN Yang Sangat Mengesalkan

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin mengatakan, sistem interkoneksi yang menghubungkan

Layanan PLN Yang Sangat Mengesalkan
KOLASE/SERAMBINEWS.COM
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin 

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwaddin mengatakan, sistem interkoneksi yang menghubungkan kelistrikan Aceh dengan Sumbagut ini, merugikan Aceh. “Aceh selalu jadi korban pemadaman, jika ada masalah di Belawan, Sumatera Utara. Sebaiknya, interkoneksi listrik di Aceh hanya untuk Provinsi Aceh saja. Jadi lebih dan kurang kita yang merasakannya,” kata Taqwaddin. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Pemerintah Aceh dan PLN untuk segera bersinergi membahas permasalahan tersebut guna menemukan solusi yang tepat untuk Aceh.

Sejak Rabu hingga Kamis malam, sebagian besar wilayah Aceh mengalami pemadaman listrik. Masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan sangat marah pada keadaan itu. Sebab, sejak bertahun-tahun terakhir selalu listrik mengulah di bulan Ramdahan yang menyebabkan aktivitas makan sahur, buka puasa, tarawih, dan tadarus sering terganggu.

Kemarin, PT PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Aceh mengabarkan masalah listrik padam di Aceh, mulai teratasi. Sebab, Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Nagan Unit 2 sudah beroperasi, setelah padam panjang akibat pelepasan beban pada sistem kelistrikan Sumatera bagian utara.

Menurut pihak PLN, PLTU Nagan Raya Unit 1 dan 2 ini merupakan pembangkit utama yang terdampak oleh insiden rusaknya komponen gardu induk di pembangkit Belawan, kemarin.

Pembangkit listrik itu keluar sistem dan harus distart ulang agar mampu menghasilkan listrik untuk disuplai ke pelanggan Aceh dan Sumbagut.

Spirit pelayanan PLN sebetulnya berdasar pada kebutuhan masyarakat. Di zaman ini, hampir semua aktivitas kita sehari-hari memerlukan tenaga listrik, bahkan ketika kita tidak beraktivitas pun tetap memerlukan tenaga listrik. Sebagian besar dari kita dalam bekerja sangat bergantung pada tenaga listrik. Misalnya mereka yang bekerja di kantor-kantor pemerintahan maupun swasta, pabrik-pabrik, industri rumah tangga, aktivitas belajar mengajar di sekolah, juga di rumah-rumah tangga, dan masih banyak yang lain. Dan, PLN harus menjamin pasokan listrik kepada pelanggan.

Hak pelanggan sebagai konsumen sudah diatur dalam Undang-undang No 30 Tahun 2009 Tentang Ketenagalistrikan. Pada bagian Hak dan Kewajiban Konsumen disebutkan bahwa konsumen berhak untuk mendapat pelayanan yang baik secara terus-menerus dengan mutu dan keandalan yang baik. Banyak lagi hak-hak konsumen dalam undang-undang itu, termasuk hak mendapat ganti rugi muncul kerugian akibat pemadaman.

Di dalam Pasal 4 UU No.8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, yang tertulis hak konsumen antara lain, hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan/atau jasa. Hak untuk mendapatkan kompensasi, ganti rugi dan/atau penggantian, apabila barang dan/atau jasa yang diterima tidak sesuai dengan perjanjian atau tidak sebagaimana mestinya.

Sebagai pelanggan PLN, kita sudah melaksanakan kewajiban yakni membayar rekening listrik tepat waktu. Sebagai konsumen berhak mendapatkan tenaga listrik secara berkesinambungan dengan keadaan baik. Makanya, kita semua berharap agar kejadian pemadaman listrik yang sudah sering terjadi ini tidak terulang lagi. Kalaupun terpaksa harus ada pemadaman, maka PLN harus memberikan informasi serta jadwal yang jelas dan tepat agar tidak meresahkan masyarakat.

Melihat untuk kepentingan pamajuan daerah, keberadaan listrik juga sangat penting keterjaminan pasokannya. Investor akan tertarik berinvestasi di daerah ini, kalau infrastruktur perekonomian, termasuk perlistrikan kita handal. Begitu juga perekonomian akan tumbuh pesat, kalau listrik kita handal. Tidak sering terjadi pemadaman, yang berdampak pada menurunnya aktivitas produksi baik di kalangan pabrikan, maupun pelaku industri kecil dan menengah.

Kita berharap PLN dan para pihak yang terkait dengan permasalahan listrik nasional segera menyadari permasalahan ini. Terlebih ketika kita sudah berada dalam persaingan perdagangan antarnegara. Nah?!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved