Pleno KIP Aceh Besar Semakin Memanas

Rapat pleno rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar

Pleno KIP Aceh Besar Semakin Memanas - kaca-jendela-gedung-dprk-aceh-besar-yang-dipecahkan.jpg
SERAMBI/BUDI FATRIA
Kaca jendela Gedung DPRK Aceh Besar yang dipecahkan oleh massa yang mengamuk saat berlangsungnya rapat pleno rekapitulasi perolehan suara KIP Aceh Besar.
Pleno KIP Aceh Besar Semakin Memanas - aparat-keamanan-memeriksa-para-saksi-dari-partai-politik.jpg
SERAMBI/BUDI FATRIA
Aparat keamanan memeriksa para saksi dari partai politik yang akan mengikuti rapat pleno rekapitulasi perolehan suara Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar yang berlangsung di Gedung DPRK Aceh Besar, Kota Jantho, Sabtu (11/5).

* Massa Pecahkan Kaca Gedung DPRK

BANDA ACEH - Rapat pleno rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh Besar tak kunjung selesai. Sabtu (11/5) kemarin, rapat pleno di gedung DPRK Aceh Besar di Kota Jantho kembali ricuh, massa bahkan memecahkan kaca gedung DPRK. Sehari sebelumnya, massa yang kecewa dengan KIP Aceh Besar juga merobohkan dan membakar tenda dan kursi di luar gedung.

Informasi yang dihimpun Serambi kemarin, pleno awalnya sempat berjalan beberapa saat, dan para saksi partai politik mulai mengikuti jalannya pleno yang dipimpin oleh Komisioner KIP Aceh Besar. Menurut sumber-sumber Serambi di lokasi, rekapitulasi mulai dilakukan untuk kecamatan Lembah Seulawah untuk level DPRK. Namun baru sesaat dimulainya pleno, sejumlah massa di luar gedung meluapkan kemarahannya.

Masih dengan alasan sebelumnya, massa dari sejumlah partai politik lokal meminta KIP Aceh Besar untuk membuka tong suara dan melakukan penghitungan suara ulang di sejumlah TPS, karena mereka mensinyalir adanya kecurangan-kecurangan. Namun permintaan itu hingga kemarin tidak direspons oleh KIP Aceh Besar, padahal sebelumnya sudah ada rekomendasi Panwaslih Aceh Besar yang meminta dilakukan penghitungan ulang suara di 220 TPS di 15 kecamatan.

Karena itulah, massa kembali meluapkan kemarahannya dan memecahkan kaca sebelah kiri gedung DPRK dengan melemparinya dengan batu. Dalam video yang beredar di sejumlah grup WhatsApp, massa benar-benar marah, bahkan tetap melempari batu walaupun sempat dihalau oleh pihak kepolisian.

Mereka juga berteriak dan menyebutkan kata-kata curang dan kata-kata memihak. Mungkin, kata-kata itu bentuk protes mereka kepada KIP Aceh Besar yang hingga kemarin tidak merespons permintaan mereka.

Ketua KIP Aceh Besar, Cut Agus kepada awak media di sela-sela pleno mengatakan, sebenarnya sejak awal pleno pada tanggal 2 Mei, pihaknya sudah melakukan pleno berjenjang mulai dari pemilihan presiden, DPR RI, DPD, DPRA, dan DPRK. Saat itu, Cut Agus mengakui, jadwalnya sudah sedikit molor. “Belum kita pleno, kita sudah dihujani pertanyaan saksi terkait masalah pembukaan kotak suara,” katanya.

Namun saat itu, pihaknya tetap melanjutkan, dan Cut Agus bersama komisioner lainnya menjelaskan, bahwa pleno di awal tidak ada kaitan dengan pembukaan kotak suara sebagaimana permintaan para saksi tersebut. “Kami mengatakan mohon dimaklumi, ini tidak terkait. Soal rekomendasi panwaslih akan kita tentukan jelang pleno DPRK,” katanya.

Namun, kekisruhan terus mewarnai proses pleno KIP Aceh Besar sehingga sedikit menggangu jalannya pleno yang berujung pada penundaan pleno, karena saksi dan massa di luar gedung terus meminta KIP Aceh Besar untuk membuka kotak suara dan melakukan penghitungan ulang. Namun, saat pleno pada tanggal 7 Mei, pihak KIP Aceh Besar telah menyampaikan kepada para saksi bahwa rekomendasi tersebut ditolak.

“Rekomendasi panwaslih kami tolak karena sudah cacat hukum dan batal. Surat Panwaslih itu meminta kami untuk menunda rapat pleno dari tanggal 2 ke tanggal 4. Surat itu disampaikan ke kami tanggal 2, sedangkan kami secara schedule telah mengundang partai politik dan akan melakukan pleno berjenjang sejak tanggal 2 hingga tanggal 4, sesuai jadwal. Makanya kami tidak bisa menunda lagi,” katanya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved