PPK Dilaporkan ke Panwaslu

Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Peureulak Kota dan Peureulak Timur kembali dilaporkan

PPK Dilaporkan ke Panwaslu
SERAMBINEWS.COM/SENI HENDRI
Caleg DPRA nomor urut 6 dari PPP Darmawan, saat mengajukan keberatan atas rekapitulasi suara tingkat kabupaten Aceh Timur. 

* Gelembungkan Suara Caleg DPRA dari PA

IDI – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Peureulak Kota dan Peureulak Timur kembali dilaporkan ke Panwaslu Aceh Timur, Jumat (10/5). Caleg DPRA nomor urut 4 dari Partai Aceh (PA) Aceh Timur, Muhammad Yusuf atau Panglima Ucok, melaporkan dengan dugaan penggelembungan suara caleg DPRA nomor urut 5 dari partai yang sama.

“Kami datang ke Panwaslu Aceh Timur, melaporkan PPK Peureulak dan Peureulak Timur, dengan dugaan telah melakukan penggelembungan suara kepada caleg DPRA nomor urut 5, juga dari Partai Aceh,” ujar M Yusuf, kepada wartawan pada Jumat (10/5) sore.

M Yusuf didampingi Ketua Tim Komunikasi dan Data, Munajir Arani membawa dokumen bukti dugaan pelanggaran, yang diserahkan kepada staf Panwaslu Aceh Timur, Maulidin. Munajir mengatakan PPK Peureulak Kota diduga telah melakukan penggelembungan suara caleg DPRA nomor urut 5 pada formulir DA1 hasil pleno di kecamatan.

Munajir menyebutkan, PPK Peureulak,diduga telah tiga kali mengeluarkan formulir DA1 hasil pleno kecamatan dengan hasil yang berbeda. Yang pertama jelas Munajir, sesuai dengan data pada form C1, caleg DPRA nomor 5, memperoleh sebanyak 3.089 suara. Tapi dalam Form DA1 hasil pleno, yang dikeluarkan PPK Peureulak berubah menjadi 3.804.

Kemudian, pleno tingkat kabupaten oleh KIP Aceh Timur, diketahui hasil perolehan suara untuk caleg nomor 5 berubah lagi menjadi 4.086 suara. Padahal, data DA1 hasil pleno PPK Peureulak, yang dimiliki tim pemenangan Panglima Ucok, hanya data DA1 yang kedua dengan jumlah suara caleg nomor 5 sebanyak 3.804 suara.

“Jadi form DA1 yang pertama, dan form DA1 ketiga yang dikeluarkan PPK Peureulak tidak ada sama kami. Form DA1 yang ketiga diduga dikeluarkan PPK Peureulak secara sembunyi. Kami terkejut, mengetahui hasil pleno tingkat kabupaten, suara caleg nomor urut 5 menjadi 4.086 suara,” jelas Munajir.

Setelah mengetahui adanya dugaan penggelembungan suara caleg nomor 5 oleh PPK Peureulak, pihaknya mengumpulkan seluruh C1 yang ada pada saksi. “Lalu data pada form C1 dari saksi itu kami rekap, dan diketahui hasil ril yang diperoleh caleg DPRA nomor urut 5 di Peureulak sebanyak 3.089 suara. Jadi ada penggelembungan suara di Peureulak untuk caleg nomor 5 sebanyak 997 suara,” jelas Munajir.

Dugaan penggelembungan suara caleg nomor urut 5 tidak hanya dilakukan oleh PPK Peureulak, tapi juga diduga dilakukan oleh PPK Peureulak Timur. Munajir menjelaskan di Peureulak Timur, sesuai data salinan C1 yang ada pada pihaknya, caleg DPRA nomor urut 5 memperoleh suara sebanyak 1.632 suara.

“Tapi dalam form DA1 hasil pleno yang dikeluarkan PPK Peureulak Timur menjadi 1.674 suara. Sedangkan, setelah pleno tingkat kabupaten menjadi 2.123 suara. Jadi di Peuruelak Timur, penggelembungan suara caleg nomor 5 sebanyak 491 suara, sehingga totalnya di kedua kecamatan tersebut sebanyak 1.488 suara,” jelasnya.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved