Form DB1 Bodong Beredar di Medsos, Puluhan Caleg Panik, Lalu Datangi Panwaslih Pidie

Beredarnya form DB1 bodong ini sangat mengusik caleg yang telah memperoleh suara terbanyak pada hasil pleno KIP Pidie.

Form DB1 Bodong Beredar di Medsos, Puluhan Caleg Panik, Lalu Datangi Panwaslih Pidie
Serambinews.com
Panwaslih Pidie menggelar pertemuan dengan puluhan caleg yang mendatangi kantor Panwaslih setempat, Senin (13/5/2019). 

Laporan Muhammad Nazar | Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan calon anggota legislatif (caleg) dari PAN, PDA, Demokrat, NasDem, Golkar, PNA, PKB dan Gerindra mendatangi Kantor Panwaslih Pidie, Senin (13/5/2019).

Mereka kemudian diterima Ketua Panwaslih Pidie, Junaidi, bersama anggotanya, dan menggelar pertemuan.

"Kami datang ke Panwaslih Pidie, untuk meminta Panwas mengawasi hasil pleno KIP Pidie yang telah dilakukan di Kantor DPRK Pidie," kata Ketua DPW PDA Pidie, Tgk Maimun didampingi Ketua DPD PAN Pidie, Awaluddin, Ketua DPC Demokrat, Muhammad Ali, Sekretaris DPD NasDem Pidie, Fauzi Jamil, Wakil Ketua DPD I Golkar Pidie, Fadli A Hamid kepada Serambinews.com, Senin (13/5/2019).

Ia mengatakan, hasil pleno KIP Pidie harus dikawal ketat, seiring beredarnya form DB1 bodong di medsos, bahwa caleg yang memperoleh suara terbanyak hasil pleno KIP akan diganti dengan caleg lain.

Beredarnya form DB1 bodong ini sangat mengusik caleg yang telah memperoleh suara terbanyak pada hasil pleno KIP Pidie.

"Semoga form DB1 yang beredar itu tidak benar. Kami menginginkan hasil pemilu di Pidie demokratis," katanya dengan nada sedikit panik.

Sementara, Ketua Panwaslih Pidie, Junaidi SH, kepada Serambinews.com, Senin (13/5/2019) menjelaskan, Panwaslih akan menampung semua laporan yang disampaikan puluhan caleg tersebut.

"Caleg datang pada kami untuk koordinasi dan konsultasi, terkait isu beredarnya form DB1 di medsos. Di mana dalam form DB1 itu, caleg yang memperoleh suara terbanyak telah diganti dengan yang lain," ujarnya.

Namun, kata Junaidi, caleg tersebut tidak melaporkan secara resmi kepada Panwaslih Pidie, lantaran belum adanya barang bukti.

Ketua KIP Pidie, Muhammad Ali, yang dihubungi Serambinews.com, Senin (13/5/2019) menyebutkan, KIP Pidie tidak mengetahui isu beredarnya form DB1 di medsos.

"Rekap di kabupaten dan provinsi aman, karena kami menjalankan pemilu sesuai prosedur. Dan, KIP tidak pernah mengeluarkan form DB1 bodong," jelasnya.

Ia menambahkan, caleg seharusnya menunggu hasil penetapan KPU Pusat terhadap caleg terpilih pada tanggal 22 Mei 2019.(*)

Baca: Real Count KPU Senin Sore 13 Mei, Data Masuk 4 Provinsi Sudah 100%, Ini Suara Jokowi Vs Prabowo

Baca: PA Tolak Hasil Rekap Aceh Besar

Baca: Panwaslih: Pemilu Aman, Tapi Banyak Pelanggaran

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved