Ramadhan Bisa Picu Inflasi, Ini Imbauan Bank Indonesia bagi Warga Aceh

Setiap bulan Ramadhan hingga lebaran biasanya cenderung menimbulkan inflasi, hal itu karena tingkat permintaan kebutuhan pokok warga tinggi.

Ramadhan Bisa Picu Inflasi, Ini Imbauan Bank Indonesia bagi Warga Aceh
Zainal Arifin Lubis Kepala BI Perwakilan Aceh

Ramadhan Bisa Picu Inflasi, Ini Imbauan Kepala Bank Indonesia kepada Warga Aceh

Laporan Muhammad Nasir I Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Setiap bulan Ramadhan hingga lebaran biasanya cenderung menimbulkan inflasi, hal itu karena tingkat permintaan kebutuhan pokok warga tinggi. Serta didukung oleh gaya berbelanja oleh sebagian masyarakat yang cenderung boros.

Baca: Balai Pustaka Kembali Selenggarakan Sanggar Sastra, Kerjasama dengan Komunitas Musikalisasi Puisi

Baca: Jembatan Darurat Desa Siron Aceh Besar Rampung, Bupati: Ini Hanya Sementara

Baca: Nyaris Dua Bulan Hilang, Tiga Nelayan Ulee Lheue belum Ditemukan

Kepala BI Perwakilan Aceh, Zainal Arifin Lubis mengatakan, sebenarnya laju inflasi yang sering terjadi saat Ramadhan dapat dikendalikan.

Salah satunya pihak BI agar masyarakat berbelanja secara bijak.

Untuk menghindari terjadinya inflasi, Zainal Arifin mengimbau kepada masyarakat agar berbelanja secukupnya sesuai kebutuhan.

Karena membeli barang secara berlebihan dan menumpuk dapat memicu inflasi di Aceh.

“Biasanya mulai meugang hingga puasa memang barang naik, maka kita sosialisasi agar masyarakat berbelanja bijak, tidak menumpuk barang, sehingga kondisi pasar tetap stabil,” ujarnya.

Namun terkait mahal harga bawang putih, Zainal Arifin mengatakan hal itu memang bisa terjadi inflasi. Namun tidak akan berdampak besar, karena bawang putih bukanlah barang kebutuhan pokok seperti beras maupun minyak goreng.

Kata Zainal Arifin, pihaknya juga bekerjasama dengan MPU Aceh dalam mencegah inflasi, supaya melalui dakwahnya MPU dapat mengimbau masyarakat tidak boros berbelanja.

Dijelaskan, inflasi itu terjadi karena tidak keseimbangan antara permintaan dan ketersediaan barang.

Oleh karena itu, selain meminta masyarakat bijak berbelanja, BI juga berkoordinasi dengan sejumlah pihak supaya menjaga pasokan barang tetap tersedia dengan baik.

“Misalnya seperti cabai meskipun permintaannya banyak, tapi kalau barang ada dan tersedia cukup, maka tidak akan inflasi,” ujar Zainal Arifin.

Namun terkait mahal harga bawang putih, Zainal Arifin mengatakan hal itu memang bisa terjadi inflasi. Namun tidak akan berdampak besar, karena bawang putih bukanlah barang kebutuhan pokok seperti beras maupun minyak goreng. (*)

Penulis: Muhammad Nasir
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved