Citizen Reporter

Tarawih 100 Rakaat di Bumi Para Wali

RAMADHAN adalah bulan yang penuh keagungan dan keberkahan. Amal ibadah kita pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya

Tarawih 100 Rakaat di Bumi Para Wali
IST
YUNALIS ABDUL GANI, B.Sc, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Al Ahgaff, Yaman, asal Aceh, Konsultan Forum Lingkar Pena (FLP) Yaman, melaporkan dari Tarim

YUNALIS ABDUL GANI, B.Sc, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Al Ahgaff, Yaman, asal Aceh, Konsultan Forum Lingkar Pena (FLP) Yaman, melaporkan dari Tarim

RAMADHAN adalah bulan yang penuh keagungan dan keberkahan. Amal ibadah kita pada bulan ini dilipatgandakan pahalanya. Pintu-pintu rahmat Allah Swt terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin menggapainya. Banyak sekali keutamaan (fadilat) yang dimiliki Ramadhan.

Bulan Ramadhan layak disebut sebagai bulan primadona bagi umat muslimin. Dalam bulan ini umat Islam di seantero dunia berlomba-lomba memperbanyak amal ibadah. Hal seperti inilah yang saya lihat dan rasakan di Hadhramaut, provinsi terbesar di Republik Yaman.

Ini adalah Ramadhan ketujuh bagi saya berada di “Bumi Para Wali” ini. Sangat banyak hal unik dan religius yang saya dapatkan di sini, terutama pada bulan Ramadhan.

Di Hadhramaut, bulan Ramadhan benar-benar hidup. Atmosfer Ramadhan sangat kental terasa. Orang-orang di negeri ini berlomba-lomba menimbun amal kebaikan di bulan yang penuh keutamaan ini.

Pada malam hari, masyarakat Hadhramaut begitu sibuk dengan ibadah. Setelah berbuka puasa, mereka langsung menunaikan shalat Magrib berjamaah. Kemudian, di sebagian masjid dilanjutkan dengan shalat tasbih empat rakaat. Setelah itu, mereka makan malam dan istirahat sejenak menunggu waktu shalat Isya dan Tarawih.

Di Tarim, salah satu kota di Hadhramaut, tempat saya kini berdomisili, kita bisa melaksanakan Tarawih sepuas-puasnya, 20 rakaat, 40 rakaat, 60 rakaat, 80 rakaat, hingga 100 rakaat pun ada. Pasalnya, salat Tarawih di Tarim digelar dengan jadwal yang berbeda-beda di setiap masjidnya.Kurang lebih 365 masjid yang tersebar di setiap sudut kota mungil ini memiliki jadwal shalat Tarawih masing-masing.

Jadwal Tarawih dimulai setelah shalat Isya dan berlanjut tanpa jeda hingga sahur. Shalat Tarawih diawali di Masjid Mahattah, masjid Sultan yang dimulai pada pukul 19.45 waktu setempat. Kemudian pukul 20.00 shalat Tarawih dilaksanakan di Masjid Al Jauhari, Masjid As Safa, dan Masjid Ali bin Syeh.

Seterusnya, Tarawih dimulai pukul 20.30 di Masjid Surur, Masjid Abrar. Kemudian pukul 21.00 di Masjid Bur, Masjid Masyhur, Masjid Al Huda, dan Masjid Zahrah. Kemudian, pukul 23.00 shalat Tarawih dilanjutkan di Masjid Ba ‘Alawi dan beberapa masjid lainnya.

Setelah itu, Tarawih dilaksanakan pada pukul 00.30 di Masjid Al Muhdhar, masjid bermenara ajaib yang terletak di jantung Kota Tarim. Setelah itu, pada pukul 01.30, Tarawih dilaksanakan di Masjid Jami’ Tarim. Begitulah seterusnya hingga masuk waktu sahur. Meskipun sudah larut malam, jamaah Tarawih di masjid tersebut tampak sangat padat. Subhanallah!

Hal ini mempermudah jamaah yang ingin melaksanakan Tarawih 100 rakaat, bahkan lebih. Mereka memiliki kesempatan besar untuk melaksanakannya. Tarawih hingga 100 rakaat adalah hal biasa di Tarim. Terlebih lagi di sepuluh terakhir Ramadhan, Tarawih estafet alias Tarawih loncat-loncat dari satu masjid ke masjid lain adalah hal biasa mereka lakukan.

Setelah sahur, sebagian masjid pun mengadakan shalat Witir berjamaah untuk menyempurnakan Witir 13 rakaat dan dilanjutkan dengan zikir Ramadhan sembari menunggu masuknya waktu subuh.

Oleh karena itu, Kota Tarim semalam penuh selalu hidup dengan lantunan imam Tarawih. Suasana Ramadhan benar-benar sangat indah di Kota Para Wali ini. Ramadhan larut dalam ibadah kepada Allah Swt.

Semoga keberkahan Ramadhan bisa kita rasakan semua sebagai umat Nabi Muhammad saw. Semoga bermanfaat bagi yang membaca, terutama bagi syedara lon yang na di Bumoe Serambi Mekkah, Aceh. Wasalam.

Editor: hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved