Salam

Terima Kasih Atas Suasana Damai Ini

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada Minggu (12/5) malam sudah menuntaskan rekapitulasi

Terima Kasih Atas Suasana Damai Ini
SERAMBINEWS.COM/SUBUR DANI
Suasana rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan perolehan suara Pemilu 2019 Provinsi Aceh di gedung DPRA, Minggu (12/5/2019). 

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh pada Minggu (12/5) malam sudah menuntaskan rekapitulasi suara hasil Pemilu 2019 di 23 kabupaten/kota lewat rapat pleno terbuka penetapan hasil penghitungan perolehan suara untuk pemilihan presiden/wakil presiden, pemilihan calon anggota DPRK, DPRA, DPR RI, dan calon anggota DPD RI asal Aceh. Rapat pleno di Gedung DPRA yang dipimpin Ketua KIP Aceh, Dr Samsul Bahri, dimulai sejak pagi dan baru berakhir hingga pukul 24.00 WIB.

Waktu penutupan rapat yang tenbgah malam itu mengindiksikan bahwa acara berat dan rumit. Misalnya, KIP Aceh Timur dan KIP Aceh Besar yang mendapat giliran rekapitulasi hari terakhir kemarin memunculkan banyak protes dan interupsi berkaitan dengan proses, tahapan penghitungan, dan rekapitulasi perolehan suara, karena terdapat perbedaan antara rekap di PPK tingkat kecamatan dengan KIP Aceh Besar dan Aceh Timur di tingkat kabupaten.

“Kendati adanya hujan interupsi dan protes saat sidang berlangsung, tapi forum rapat pleno tetap berjalan baik,” kata Ketua Divisi Data dan Informasi KIP Aceh, Agsuni AH, seusai rapat.

Kita sangat menghargai kerja keras KIP yang telah berhasil menetapkan hasil Pemilu 2019 di Aceh. Bahwa ada pihak yang merasa dirugikan dan tidak meu menerima penetepan itu adalah hal yang wajar dan selalu muncul di ujung kompetisi apapun. Yang paling penting, ketidakterimaan itu, penyelesaiannya bisa menempuh jalur hukum yang memang disediakan oleh UU Pemilu kita.

Bersamaan selesainnya KIP merekap dan menetapkan suara hasil Pemilu 2019, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh, Nova Iriansyah MT melihat sisi lain yang membanggakan dari pelaksanaan pesta demokrasi besar dan serentak ini. Menurut Nova, secara umum pelaksanaan Pemilu 2019 di Aceh berjalan aman dan damai. Oleh karena itu, Nova atas nama Pemerintah Aceh mengucapkan apresiasi setinggi-tingginya dan menyampaikan terima kasih kepada semua penyelenggara dan pihak keamanan yang telah menjalankan tugas sebagaimana mestinya.

“Terima kasih kepada pihak keamanan, TNI, Polri, kejaksaan, dan seluruh stakeholder lainnya yang telah bersama-sama mewujudkan pemilu yang aman di Aceh,” katanya.

Penghargaan setinggi-tingginya juga disampaikan Nova Iriansyah atas nama Pemerintah Aceh kepada pihak penyelenggara, baik itu KIP Aceh, kabupaten/kota, Bawaslu/Panwaslih, dan seluruh panitia penyelenggara lainnya dari pusat, provinsi, daerah, kecamatan, hingga ke desa-desa.

Majelis Persmusyawaratan Ulama (MPU) Aceh juga turut menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah melaksanakan Pemilu 2019 di Aceh yang aman, damai, dan transparan. Dan, saat ini, pemilu sudah usai, karena itu MPU mengajak masyarakat Aceh untuk kembali bersatu dan tidak terpecah belah sesama anak bangsa.

“MPU Aceh mengucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah melaksanakan pemilihan umum yang berlangsung dengan jujur, adil, dan transparan. Mudah-mudahan kita tetap semangat dan tetap bersatu, tetap kompak, dalam rangka mewujudkan kesejahteraan kepada mayarakat kita,” kata Wakil Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal Ali atau yang akrab disapa Lem Faisal.

Dalam pandangan ulama ini, pelaksanaan pemilu yang sudah berlangsung sukses tentunya harus memberi sebuah harapan kehidupan yang labih baik di masa hadapan. “Makanya, MPU mengajak semua masyarakat untuk menjaga kedamainan dan ketentraman yang telah kita nikmati selama ini. Kita jaga bersama-sama, jangan dengan proses demokrasi yang telah kita lakaukan itu membuat kita terpecah belah karena proses demokrasi itu bukan tujuan, tetapi yang tujuan adalah bagaimana kita mampu mewujudkan persatuan dan kesatuan sesama kita anak bangsa,” kata Lem Faisal.

Dalam konteks penyelenggaraan Pemilu 2019, ada beberapa wilayah di Aceh yang berketegori rawan atau berpotensi mengganggu proses pemilu. Rawan itu menurut Bawaslu RI ada tiga dimensi, yakni dimensi penyelenggaraan, kontestasi, dan partisipasi. Dimensi penyelenggaraan terkait dengan pihak penyelenggara pemilu, dimensi kontestasi terkait para calon dari partai politik yang bersaing untuk mendapatkan kursi kekuasaan, sedangkan dimensi partisipasi berhubungan dengan keterlibatan masyarakat pemilih.

Hingga usai proses rekapitulasi, potensi-potensi rawan itu semua dapat teratasi. Ini semua, seperti dikatakan ulama dan Plt Gubernur Aceh, bisa terwujud karena adanya sikap besar hati dari unsur penyelenggara, kontestan, dan tentu saja masyarakat yang ikut memilih maupun tidak. Terima kasih semuanya atas terciptanya suasana yang damai ini.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved