Salam

Disdik Aceh Mulai Bangkit

Dinas Pendidikan Pemerintah Aceh secara pelan-pelan mulai menunjukkan prestasi alias bangkit

Disdik Aceh Mulai Bangkit
For Serambinews.com
Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd 

Dinas Pendidikan Pemerintah Aceh secara pelan-pelan mulai menunjukkan prestasi alias bangkit. Kondisi ini antara lain ditandai dari keberhasil dinas tersebut dalam memperbaiki posisi perankingan hasil kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA sederajat tahun 2019 dari yang sebelumnya berada pada peringkat 34 naik menjadi urutan ke-27.

Lompatan yang dicapai sebanyak delapan tingkat ini tentu saja pantas diapresiasi, terutama mengingat sebelumnya Aceh berada pada juru kunci atau di bawah Papua. Lebih-lebih lagi keberhasil ini dicapai di tengah sorotan yang sangat tajam terhadap mutu Pendidikan Aceh, yang sepertinya sangat berat bergerak naik.

Sebagaimana diberitakan harian ini, Selasa (14/5) kemarin, bahwa hasil kelulusan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tingkat SMA, SMK, dan MA di Aceh tahun 2019 mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya. Setelah melakukan bimbingan intensif ke seluruh kabupaten/kota sejak akhir tahun 2018 hingga April 2019, Dinas Pendidikan Aceh berhasil menaikkan peringkat Aceh dalam rata-rata hasil UN dari sebelumnya berada urutan ke-34 menjadi 27 secara nasional.

Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI, beberapa waktu lalu, Provinsi Aceh berhasil naik delapan anak tangga dibanding tahun lalu yang berada di posisi terakhir (34) untuk hasil Ujian Nasional SMK tahun 2019. Di peringkat ke-27, Aceh berada satu tingkat di atas Papua dan masih di bawah Gorontalo dan Sulawesi Selatan di posisi 25 dan 26.

Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd, didampingi Ketua Panitia Ujian Nasional Aceh 2019, Zulkifli SPd, MPd, kemarin mengatakan, pihaknya bersyukur bahwa prestasi pendidikan Aceh terkait hasil UN dapat loncat delapan tingkat menjadi peringkat 27. “Sejak awal saya tidak pernah menyebut kita mampu meraih peringkat 1 atau 10 besar nasional. Karena tidak mungkin terjadi dalam waktu sesingkat ini. Saya orang matematika, soal peringkat bermain dengan angka, ini upaya maksimal untuk saat ini,” ucapnya.

Syaridin mengungkapkan, secara nasional rata-rata hasil UN pada tahun ini naik dengan kenaikan satu poin. Tetapi untuk rata-rata hasil ujian nasional Aceh untuk SMA dan SMK, mengalami kenaikan rata-rata tiga poin. “Alhamdulillah, ini terjadi pada semua kabupaten/kota, semua satuan pendidikan, dan semua mata pelajaran yang diujian nasionalkan,” katanya lagi.

Dari urutan ke-34 dari 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2018, lanjut Syaridin, Disdik Aceh lalu melakukan berbagai upaya, salah satunya menerapkan metode pembelajaran terbaru untuk persiapan UN. Pihaknya melatih guru-guru yang ada di seluruh kabupaten/kota menjadi instruktur nasional (IN), yang bertugas untuk membimbing guru-guru lain di daerahnya, untuk memulai pembelajaran dengan mengkaji kisi-kisi nasional pendidikan.

“Kisi-kisi ini memuat rambu-rambu dan indikator ujian nasional setiap tahunnya. Kita mencoba ‘memaksa’ guru-guru kita melalui kepala sekolah untuk melakukan ini secara terus menerus. Terima kasih atas kerja keras semua guru di Aceh serta dukungan orang tua serta semua pihak,” jelasnya.

Syaridin mengungkapkan, pihaknya melibatkan semua unsur di antaranya perguruan tinggi seperti Unsyiah, UIN Ar-Raniry, tenaga instruktur dari pusat, dari LPMP, dan mereka yang memiliki ilmu dan kemampuan tentang itu kita libatkan. “Mereka membimbing guru-guru kita dalam menyusun soal-soal prediksi UN yang mengacu pada kisi-kisi UN. Setelah soal itu disusun, lalu tim dari provinsi dan instruktur nasional yang telah kita latih diberdayakan untuk turun ke semua kabupaten/kota demi menyosialisasikan, membimbing, dan menerapkan metode kisi-kisi UN yang sudah dikaji itu,” ungkap mantan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kota Banda Aceh ini.

Soal-soal yang dikaji itu, lanjutnya, merupakan soal-soal ‘hot’ yang memiliki kapasitas tingkat tinggi yang selama ini kurang terjamah oleh guru kita dan kurang tersampaikan ke siswa-siswa. “Alhamdulillah, walaupun belum begitu maksimal mengingat waktu yang terbatas, tapi UN tahun ini menunjukkan hasil yang signifikan dimana rata-rata hasil UN baik SMA, SMK, dan MA ke arah yang lebih baik,” katanya.

Plt Gubernur Nova Iriansyah, sebut Syaridin, memberikan apresiasi dan terus mendukung dinas yang dipimpinnya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan Aceh. Buktinya, Nova Iriansyah dalam pelaksanaan UN 2019 ikut secara langsung ke beberapa daerah dan satuan pendidikan, untuk memantau di Kota Banda Aceh, Aceh Besar, dan Gayo Lues. “Dalam pemantauan tersebut, Plt Gubernur merasa senang bahwa sekolah-sekolah yang letaknya nun jauh di sana sudah dapat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), walaupun masih ada kekurangan di sana sini, dia akan berusaha memperbaiki itu agar pelaksanakan UNBK tahun depan lebih baik lagi,” ujarnya.

Sekali lagi, kita memberi apresiasi yang sepatutnya kepada Dinas Pendidikan Aceh yang telah bekerja keras untuk meningkatkan mutu pendidikan dimaksud. Kita juga berharap agar tahun 2020 mendatang peringkat ke-27 tersebut bisa ditingkatkan lagi hingga berada pada posisi 20 besar, dan hal itu bukan mustahil bisa diperolehnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah Kadis dan para stafnya harus lebih berkonsentrasi pada pembenahan mutu kurukilum dan peningkatan sumber daya manusia secara maksimal. Artinya, Kadis jangan disibukkan dengan proyek fisik yang hanya bisa menguntungkan pihak-pihak tertentu, tetapi tidak memberi pengaruh yang signifikan bagi peningkatan mutu pendidikan itu sendiri. Begitu!

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved