Polisi Terima Satu Laporan Penganiayaan dari Pedagang Ikan

Aparat kepolisian sektor (Polsek) Simpang Kiri, Kota Subulussalam sedang memeroses satu laporan pengaduan penganiayaan dari pedagang ikan asal Aceh..

Polisi Terima Satu Laporan Penganiayaan dari Pedagang Ikan
SERAMBINEWS.COM/KHALIDIN
Seorang pedagang ikan asal Aceh Selatan menenangkan rekan-rekannya selepas mediasi oleh pihak kepolisian, TNI, Camat Simpang Kiri dan tokoh masyarakat Subulussalam, Rabu (15/5/2019)  

Polisi Terima Satu Laporan Penganiayaan dari Pedagang Ikan

Laporan Khalidin I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Aparat kepolisian sektor (Polsek) Simpang Kiri, Kota Subulussalam sedang menangani satu laporan pengaduan penganiayaan dari pedagang ikan asal Aceh Selatan, Rabu (15/5/2019).

Sementara Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian Bintang dikabarkan sudah menghubungi Wakil Bupati Aceh Selatan meminta agar mendinginkan suasana yang terjadi antar masyarakatnya.

Baca: DPM-PKB Aceh Jaya: Pendamping Desa Sudah Jalankan Tugas Sesuai Aturan

Baca: Pedagang Ikan Asal Aceh Selatan Unjuk Rasa ke Subulussalam, Ini Tuntutannya

Baca: Kabag TU Kemenag Aceh Tinjau Pembangunan MAN Insan Cendikia di Aceh Timur

Kapolsek Simpang Kiri, Iptu RJ Agung Pratomo dalam keterangan persnya kepada Serambinews.com mengaku, pihaknya telah menerima satu laporan polisi terkait penganiayaan (Pasal 351 KUHP) dari pedagang ikan asal Aceh Selatan.

Kasus ini, kata Kapolsek Iptu Agung, sedang diproses dan nantinya dilakukan pengembangan. Prosesnya meliputi pemeriksaan saksi serta fakta atau barang bukti seperti hasil visum dan keterangan para ahli.

Sementara pelaku, masih dalam penyelidikan kepolisian dan belum dibeberkan inisialnya demi kepentingan penyidikan. Jika sudah masuk dalam proses penyidikan, kata  Iptu RJ Agung Pratomo akan diinformasikan kembali.

Iptu Agung menambahkan, sebenarnya pascakejadian perselisihan yang berujung aksi anarkis dan kekerasan fisik, pada Selasa (14/5/2019),  pihak polisi juga sudah memediasi. Namun, saat itu proses mediasi hanya meliputi hal ganti rugi barang yang rusak seperti ikan dan sepeda motor.

Sedangkan kasus penganiayaan pihak korban tidak ada yang membuat laporan sehingga dianggap tidak masalah. Belakangan muncul tuntutan agar dilakukannya proses hukum  terkait kasus penganiayaan.

Lebih jauh dikatakannya, selain proses hukum, pihak pedagang ikan juga meminta pengaturan sistem jual ikan di Subulussalam. Untuk hal ini, polisi menyerahkan kepada pemerintah melalui Camat Simpang Kiri, Disprindagkop dan UKM Subulussalam.

Bahkan kabarnya, kasus ini langsung ditangani oleh Wali Kota/Wakil Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian/Salmaza di ruang kerjanya, Rabu (15/5/2019) petang.

Wali Kota Subulussalam, Affan Alfian pun dilaporkan sudah menghubungi Wakil Bupati Aceh Selatan untuk meminta bantuan agar mendinginkan suasana masyarakatnya.

"Tadi pak wali kota sudah menghubungi wakil bupati Aceh Selatan via telepon selulernya meminta agar mendinginkan masyarakat di wilayahnya," terang Zulyadin, Jurubicara Wali Kota Subulussalam. (*)

Penulis: Khalidin
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved