Bulan Ramadhan Momentum Menahan Hawa Nafsu

Ketika manusia tidak mampu mengendalikan nafsu, maka levelnya berada dibawah hewan karena hewan tidak dibekali akal pikiran,"

Bulan Ramadhan Momentum Menahan Hawa Nafsu
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Tarawih malam pertama Ramadhan 1440 Hijriah. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Dr Zulhelmi MHSc menyampaikan bulan suci Ramadhan merupakan momentum untuk menahan nafsu, dan menguji diri agar mampu mengendalikan nafsu.

"Ketika manusia tidak mampu mengendalikan nafsu, maka levelnya berada dibawah hewan karena hewan tidak dibekali akal pikiran," katanya saat menjadi narasumber dalam program Serambi Spiritual, kerja sama antara Radio Serambi FM dan Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) Aceh, Kamis (16/5/2019).

Dialog interaktif yang mengangkat tema "Ramadhan Bulan Pengendalian Hawa Nafsu" dan disiarkan secara langsung oleh Radio Serambi FM 90,2 MHz ini dipandu host, Tya Andalusia.

Dr Zulhelmi menyampaikan tentang hadis Rasulullah yang menegaskan jika manusia mempunyai hawa nafsu, yaitu apabila manusia diberikan satu lembah emas, maka ia meminta yang kedua. Ketika diberi yang kedua, maka meminta lagi sehingga tidak ada yang bisa mengendalikannya kecuali tanah.

"Diberikan satu lembah emas apakah cukup? tidak cukup. Dia akan meminta yang kedua, ketiga hingga ia masuk ke liang lahat," tuturnya.

Selain itu, dalam berbagai hal hawa nafsu juga sering dikedepankan. Seperti saat berpuasa, sudah menahan diri seharian dari makan dan minum, dan ketika berbuka seolah-olah semua makanan hendak dimakan.

Baca: Empat Amalan Sunah yang Dianjurkan Rasulullah SAW pada Bulan Ramadhan

Baca: Doa 10 Hari Kedua Bulan Ramadhan, Boleh Dibaca untuk Mendapatkan Ampunan!

Baca: Inilah Kalimat yang Haram Diucapkan di Uni Emirat Arab Ketika Ramadhan

Baca: Ini Empat Perbuatan yang Dapat Gugurkan Amalan dalam Bulan Ramadhan

"Dari segi kesehatan dan agama itu tidak baik karena seperti balas dendam," kata Dr Zulhelmi.

Dalam kesempatan itu, Dr Zulhelmi juga mengaitkan hawa nafsu dengan persoalan bangsa saat ini.

Menurutnya, apabila nafsu di depan maka akan sulit untuk memajukan bangsa sebab hawa nafsu menjadikan manusia rakus dan tamak.

"Siapapun pejabat yang diberi kesempatan untuk mengelola bangsa ini, dan nafsu itu masih ada maka ia akan memperkaya dirinya terlebih dahulu, kelompoknya, partainya, baru nanti ia memikirkan rakyatnya," sebutnya.

Namun apabila ada pejabat yang memiliki sifat qanaah yaitu suatu sikap rela menerima dan selalu merasa cukup, ia yakin bangsa ini dapat dibangun dengan mudah.

"Maka di bulan ini kita dilatih untuk menahan nafsu. Apabila selesai Ramadhan, dan kita masih berlaku tamak serta rakus maka kita belum sukses menjalankan ibadah puasa," demikian katanya. (*)

Penulis: Mawaddatul Husna
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved