HM Nazir Ali Menilai Putusan DKPP Sangat Tendensius

Nazir dinyatakan terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu karena terlibat dalam partai politik.

HM Nazir Ali Menilai Putusan DKPP Sangat Tendensius
Foto Kiriman Warga
HM Nazir Ali 

Laporan Taufik Zass | Aceh Selatan

SERAMBINEWS.COM, TAPAKTUAN - HM Nazir Ali yang diberhentikan dari Komisioner KIP Aceh Selatan oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu, menilai Putusan DKPP Sangat Tendensius, emosional dan tanpa batas. 

"Bayangkan, semua sanggahan yang saya sampaikan dalam persidangan dianggap tidak bisa meyakinkan mereka. Padahal substansi gugatan penggugat adalah administrasi sewaktu saya ikut seleksi Calon anggota KIP Aceh Selatan," kata HM Nazir Ali kepada Serambinews.com, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, DKPP hanya berwenang mengadili kode etik penyelenggara pemilu, bukan mengadili sah atau tidaknya persyaratan yang diberikannya pada saat mendaftar pada panitia seleksi.

Karenanya, dia menilai putusan ini sarat muatan politis.

Seperti diberitakan sebelumnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) memberhentikan Tgk HM Nazir Ali dari Komisioner KIP Aceh Selatan, Kamis (16/5/2019).

Nazir dinyatakan terbukti melanggar kode etik penyelenggara Pemilu karena terlibat dalam partai politik.

Putusan itu dibacakan oleh Ketua DKPP, Harjono dalam sidang di Kantor Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, Jakarta.

Harjono menyatakan, bahwa hukuman itu berlaku sejak putusan dibacakan.

DKPP juga memerintahkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menindaklanjuti putusan itu paling lama tujuh hari sejak putusan dibacakan.

Kepada Bawaslu diminta untuk mengawasi putusan itu.

Sebelumnya Tgk HM Nazir Ali diadukan oleh Zulkifli kepada DKPP dengan dugaan keterlibatan dalam partai politik.

Setelah mempelajari bukti dan memeriksa saksi-saks, majelis hakim mengambil kesimpulan untuk menjatuhkan hukuman kepada Teradu.

Dalam aduan Zulkifli, menyebutkan bahwa HM Nazir Ali merupakan anggota partai politik atau pernah menjadi calon anggota (caleg) DPRK Aceh Selatan periode 2014-2019 melalui Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Selain itu, Nazir juga pernah menjadi juru bicara pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Aceh Selatan yaitu H Azwir-Tgk Amran (AZAM) pada Pilkada 2018.(*)

Baca: Wiranto Peringatkan Para Tokoh: Kalau Enggak Mau Berurusan dengan Polisi Jangan Ngomong Macam-macam

Baca: Cristiano Ronaldo Sumbang Rp 21,6 Miliar untuk Warga Palestina

Baca: Kritis Terhadap Kebijakan Kepala Sekolah yang Dinilai Merugikan Murid, Siswa SMA Ini Tak Diluluskan

Penulis: Taufik Zass
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved