Senin Ini, Penerimaan Siswa SMA/SMK Dimulai, Sistem Zonasi Penerimaan Mulai Diterapkan

Lima hari ke depan, mulai Senin ini, 20 sampai 25 Mei 2019, SMA dan SMK se-Aceh, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Senin Ini, Penerimaan Siswa SMA/SMK Dimulai, Sistem Zonasi Penerimaan Mulai Diterapkan
CAPTURE LAMAN SIMPPDBMADRASAH.COM
Halaman utama simppdbmadrasah.com. 

Laporan Misran Asri | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Lima hari ke depan, mulai Senin ini, 20 sampai 25 Mei 2019, SMA dan SMK se-Aceh, mulai membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2019-2020.

Ada yang berbeda PPBD yang diberlakukan mulai tahun ini yang secara serentak dilakukan seluruh Indonesia, termasuk Aceh, dimana PPDB mulai menerapkan sistem jalur zonasi, jalur prestasi, dan jalur pemindahan orang tua/wali.

Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Syaridin SPd MPd, kepada Serambinews.com, Jumat (17/5/2019).

Menurutnya, dasar penerapan PPDB itu merujuk ke Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Permendikbud RI) Nomor 51 tahun 2018, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA dan SMK.

"Untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang dimulai Senin khusus bagi SMA dan SMK se-Aceh dan mulai menerapkan sistem zonasi, baik secara daring (online) maupun luring (manual)," kata Syaridin.

Ia menjelaskan tujuan Kemendikbud RI, memberlakukan PPDB dengan sistem zonasi agar semua calon peserta didik berkesempatan mendapatkan layanan pendidikan dari sekolah terdekat dari tempat tinggalnya.

Baca: Menyoal Sistem Zonasi

Baca: Penerimaan Peserta Didik Baru, Sistem Zonasi Perlu Disiasati Melalui Pendaftaran Online

Misalkan sebagai contoh, SMAN 3 Banda Aceh, kalau sebelum diberlakukan sistem zonasi, anak-anak yang masuk ke SMA itu bebas dari mana saja.

Artinya, tidak ada pembatasan berasal dari domisili dan sekolah mana saja, yang selanjutnya mereka mengikuti seleksi baik akademik maupun non akademik.

Tapi, tahun ini dengan diberlakukan sistem zonasi, maka anak-anak yang berada di zona sekolah itu lebih diprioritaskan, lanjut Syaridin.

"Misalnya, SMAN 3 Banda Aceh contohnya calon siswa yang berada di Gampong Bandar Baru, Kecamatan Kuta Alam, anak-anak gampong setempat diprioritaskan serta anak-anak di kecamatan itu, bila kuota penerimaan masih mencukupi," ungkap Syaridin.

Dengan diberlakukan sistem zonasi itu, harap Syaridin, semua sekolah mendapatkan calon peserta didik yang merata sesuai kuota. Lalu, PPDB sistem zonasi itu menghindari penumpukan calon siswa yang memilih sekolah tertentu yang dianggap favorit dan unggul. (*)

Penulis: Misran Asri
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved