Kaca Mobi Dipecah, Senpi Dibawa Kabur

Mobil Mercedes Benz nopol B 2364 SBZ milik Azuarsyah (49), Direktur Utama PT Dinar Putra Mandiri

Kaca Mobi Dipecah, Senpi Dibawa Kabur
SERAMBINEWS.COM/JAFARUDDIN
Senpi jenis Pistol yang dicuri oleh orang tak dikenal dengan cara memecahkan kaca mobil Mercedes Benz, nomor polisi B 2364 SBZ, milik Azuarsyah. 

LHOKSUKON - Mobil Mercedes Benz nopol B 2364 SBZ milik Azuarsyah (49), Direktur Utama PT Dinar Putra Mandiri, dipecahkan kacanya oleh orang yang belum teridentifikasi, saat diparkir di halaman Masjid Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis (16/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Dari dalam mobil milik pria asal Kelurahan Cibubur, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, tersebut pelaku berhasil mencuri sepucuk senjata api (senpi) bersama empat amunisi serta satu dompet berisi kartu ATM, SIM, dan KTP, serta kartu izin menggunakan senpi milik korban.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Ian Rizkian Milyardin, melalui Kapolsek Lhoksukon, Iptu Yussyah Riyandi, kepada Serambi, kemarin, menjelaskan, pada Kamis (16/5) pelapor bersama temannya berangkat dari Medan menuju Banda Aceh menggunakan mobil Mercedes Benz warna silver nopol B 2364 SBZ. Sekitar pukul 16.00 WIB pada hari yang sama, mereka singgah di Masjid Al-Khausar, Desa Alue Mudem, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, untuk melaksanakan shalat Ashar.

Saat keluar dari masjid untuk melanjutkan perjalanan, tiba-tiba korban melihat kaca mobilnya sudah dipecahkan atau dibobol oleh orang yang belum teridentifikasi. Ketika melihat ke dalam mobil, pelapor kaget karena sejumlah barangnya sudah hilang,” kata Iptu Riyandi. Barang yang hilang, kata Kapolsek, yaitu sepucuk senpi jenis pistol merk Hunter cz 83 beserta empat amunisi, serta dompet berisi satu SIM, dua kartu ATM, KTP, dan kartu izin menggunakan senpi. “Akibat kejadian itu, korban mengalami kerugian material sekitar 150 juta rupiah,” ujar Kapolsek seraya menyatakan pihaknya masih menyelidiki kasus tersebut.

Ditambahkan, senpi yang dicuri tersebut berpeluru karet. Direktur Utama PT Dinar Putra Mandiri itu memperoleh izin menggunakan senjata berpeluru karet itu dari Markas Besar (Mabes) Polri dengan nomor SIPSPK/7787-G/IX/2018. Pistol merk Hunter cz 83 beserta empat amunisi dikeluarkan izin di Jakarta pada 16 September 2018 yang diteken Kepala Badan Intelelijen dan Keamanan Polri, Kombes Pol Drs Lutfi Lubihanti. Surat izin penggunaan senjata peluru karet tersebut berlaku sampai 29 September 2019.

“Korban berangkat ke Banda Aceh bersama temannya, Yadir Pahlevi Bin Abdul Khaliq (40), yang beralamat di Jalan Stasiun Lorong Perhatian, Kelurahan Belawan, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan,” ujar Iptu Yussyah Riyandi.

Saat ini, tambah Kapolsek Lhoksukon, Yadir dijadikan saksi dalam kejadian tersebut. “Kejadian tersebut kita perkirakan terjadi saat pelapor sedang shalat Ashar di Masjid Alue Mudem,” ungkapnya. Kasus itu sampai sekarang masih dalam penyelidikan polisi. Namun, belum diketahui tujuan korban bersama temannya berangkat ke Aceh.(jaf)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved