Miliki Sabu 1 Kg, Penjual Mi Ditangkap

Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie, Jumat (17/5) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, meringkus Her (26)

Miliki Sabu 1 Kg, Penjual Mi Ditangkap
SERAMBI/M NAZAR
KEPALA BNNK Pidie, AKBP Werdha Susetyo SIK, memperlihatkan Her, warga Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie, bersama barang bukti satu kilogram sabu di Kantor BNNK setempat, kawasan Gampong Blang Paseh, Kecamatan Kota Sigli, Jumat (17/5). 

* Disembunyikan di Tumpukan Sampah

SIGLI - Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pidie, Jumat (17/5) pagi sekitar pukul 05.00 WIB, meringkus Her (26), pemuda asal Gampong Tuha Lala, Kecamatan Mila, Pidie, karena memiliki sabu-sabu seberat 1 kilogram (kg). Her yang sehari-hari bekerja sebagai penjual mi di Tanjung Balai, Sumatera Utara, itu ditangkap di Gampong Tuha Lala.

Penangkapan terhadap Her menjelang sahur itu sedikit menyita waktu petugas. Sebab, pemuda itu sempat mengelabui petugas dengan menyatakan ia tak memiliki sabu. Tapi, akhirnya Her memberitahukan kepada petugas bahwa sabu-sabu seberat satu kilogram (kg) disembunyikan di tumpukan sampah yang berjarak sekitar 25 meter dari belakang rumah kakak iparnya di desa yang sama. Sabu tersebut dimasukkan dalam tas warna hitam yang dilapisi ikan asin. Menurut data BNNK Pidie, barang haram itu dipasok Her dari Sumatera Utara.

Kepala BNNK Pidie, AKBP Werdha Susetyo SIK, kepada Serambi, Jumat (17/5), menjelaskan, penangkapan terhadap Her berawal dari laporan warga bahwa pada Selasa (14/5), ia pergi ke Medan dan pada Kamis (16/5) pulang kembali ke Pidie. Lalu, menurut Werdha, pihaknya bekerja sama dengan anggota Polsek Mila mengatur strategi untuk menangkap Her. Bahkan, Polsek Mila melakukan sweeping di dua lokasi dalam wilayah kecamatan tersebut. Namun, pada Kamis (16/5) malam, Her yang dijemput rekannya, MZ, menggunakan sepeda motor (sepmor) Honda Beat warna putih berhasil lolos. Padahal, petugas sudah memantau beberapa titik yang sering dilintasi Her.

Karena itu, sambung Werdha, petugas BNNK Pidie bersama polisi kemudian mendatangi rumah Her di Gampong Tuha Lala. Namun, malam itu Her tak ada di rumah karena ia dan istri tidur di rumah kakak iparnya yang berada di desa yang sama. Tak lama kemudian, petugas berhasil menangkap Her di rumah kakak ipar. Awalnya, petugas kesulitan menemukan sabu dari Her. Sehingga petugas menggeledah rumah Her dan rumah kakak iparnya.

Akhirnya sabu seberat 1 kilogran ditemukan pada tempat yang disembunyikan Her yaitu di tumpukan sampah belakang rumah kakak iparnya. Sabu itu dimasukkan dalam tas warna hitam yang dilapisi ikan asin. Petugas juga mengamankan satu sepmor Honda Beat warna putih milik Her.

Berdasarkan keterangan Her, sabu 1 kg itu diselundupkan dari Medan untuk diedarkan di Pidie, khususnya Kecamatan Mila. Her sudah empat kali berhasil memasok sabu ke Pidie. Namun, pada kali kelima berhasil digagalkan BNNK Pidie. Her tercatat sebagai anggota jaringan sabu Aceh-Medan. “Dengan berhasil kita amankan sabu seberat satu kilogram dari tersangka, berarti kita sudah menyelamatkan 5.000 orang dari pengaruh narkoba,” jelasnya.

Sementara MZ dan M sebagai orang yang mengendalikan peredaran sabu di Kecamatan Mila, tambah Werdha, kini sudah dimasukkan dalam pencarian orang (DPO) BNNK Pidie. Sedangkan Her, menurut Werdha, dibidik dengan Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) atau Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2019 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman minimal seumur hidup dan maksimal hukuman mati.

Her yang ditanyai Serambi, Jumat (17/5), mengatakan, dirinya selama ini bekerja sebagai penjual mi di Tanjung Balai, Sumatera Utara. Namun, menurut Her, ia diajak rekan untuk menjual sabu dan akan diberi fee Rp 10 juta jika berhasil meloloskan sabu tersebut.

Dikatakan, ia sudah empat kali berhasil membawa pulang sabu dari Medan ke Pidie. “Sebelumnya saya bawa pulang sabu bukan dalam ukuran besar diberi ongkos 2,5 juta rupiah. Tapi, kali ini karena beratnya satu kilogram, saya diberi upah Rp 10 juta,” pungkas Her.(naz)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved