Gelombang di Barsela Capai 6 Meter
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya melansir informasi tentang prediksi tinggi gelombang di perairan
MEULABOH - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh-Nagan Raya melansir informasi tentang prediksi tinggi gelombang di perairan barat-selatan Aceh(Barsela) dalam tiga hari ke depan mencapai 6 meter. Karena itu, nelayan diminta ekstrahati-hati ketika melaut atau sebaiknya menunda dulu melaut sampai gelombang normal.
Prakirawan BMKG setempat kepada wartawan, Minggu kemarin mengatakan, prakiraan cuaca dalam tiga hari ke depan laut di Barsela gelombang laut sangat tinggi serta cuaca dilanda hujan lebat serta angin kencang. “Perlu kewaspadan sehingga tidak tenggelam saat melaut,” kata Rezky P Hartiwi STr, prakirawan BMKG Meulaboh-Nagan
Dikatakannya, delapan kabupaten/kota di Barsela dilanda hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Sedangkan kecepatan angin 30 kilometer per jam dengan arah barat daya. “Suhu 30 derajat Celsius dan kelebaban 40-60 persen,” rincinya.
BMKG meminta masyarakat menetap di pesisir meningkatkan kewaspadaan serta kepada nelayan hati-hati melaut. “Prakiraan cuaca dengan gelombang tinggi hingga 3 hari ke depan,” jelasnya.
Sementara itu, sejumlah nelayan di Aceh Barat sepanjang hari Minggu kemarin memilih tidak melaut. Itu karena, cuaca buruk memicu gelombang tinggi dan angin kencang. “Kami masih memantau cuaca hingga membaik,” kata Nufrizal, seorang nelayan di Meulaboh.
Amatan Serambi, Minggu kemarin, boat nelayan terlihat parkir di aliran Krueng Cangkoi karena nelayan memilih tidak melaut. Sementara kondisi pasar ikan masih normal meski harga ikan sedikit naik menyusul mulai terbatas persediaan ikan segar.
Cuaca ekstrem
Sementara itu, cuaca ekstrem melanda wilayah darat dan lautan Aceh Singkil, Minggu (21/7). Di laut, ombak bergolak dengan ketinggian 3 sampai 4 meter. Hal itu membuat KMP Teluk Singkil yang dijadwalkan sore melayani pelayaran Pualu Banyak-Singkil dan Singkil-Pualu Banyak, ditunda keberangkatannya sampai cuaca kembali membaik.
Kepala Dinas Perhubungan Aceh Singkil, Edi Hartono, membenarkan jadwal pelayaran KMP Teluk Singkil, ditunda lantaran kondisi cuaca di laut tidak memungkinkan. “Sesuai informasi dari ASDP jadwal pelayaran KMP Teluk Singkil, ditunda sampai cuaca membaik,” kata Edi Hartono.
Penundaan jadwal feri tersebut, membuat penumpang yang akan meriahkan dan menghadiri Pulau Banyak International Festival, dari daratan Singkil, menunggu pasrah. Sebagian kecil bertahan di pelabuhan, tapi umumnya mereka kembali ke rumah masing-masing.
KMP Teluk Singkil, selama berlangsung Pulau Banyak International Festival, berdasarkan jadwal, hari ini melayani pelayaran Pulau Banyak-Singkil pukul 10.00 WIB. Kemudian Singkil-Pulau Banyak pukul 14.00 WIB. Namun, karena cuaca buruk kapal feri tersebut belum bisa berlayar dari Pulau Banyak.
Cuaca buruk juga terjadi di daratan. Angin kencang bergemuruh disertai hujan dengan intensitas sedang. Kerasnya tiupan angin membuat atap rumah yang terbuat dari seng berbunyi kencang. Melewati tengah hari hujan dan angin kencang mulai reda.
Sementara berdasarkan laporan Pusdalops PB BPBD Aceh Singkil yang bersumber dari BMKG, tinggi gelombang 1,5 sampai 4 meter. Cuaca secara visual berawan hingga hujan ringan, suhu 23-33°C, kelembaban 70 persen, kecepatan angin 9,3 km/jam dan arah angin selatan. (riz/de)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/warga-menyaksikan-rumah-yang-hancur-dihantam-gelombang-pasang.jpg)