Berita Aceh Barat Daya
Mama-Papa, Jauhi Anak dari Gadget, Bahayanya Empat Kali Lebih Berat Dibandingkan Ketagihan Narkoba
Ia menerangkan, jika anak dibiarkan menggunakan gadget maka akan membahayakan si anak itu sendiri, karena berdampak buruk pada pertumbuhan otak mereka
Penulis: Rahmat Saputra | Editor: Said Kamaruzzaman

Mama-Papa, Jauhi Anak dari Gadget, Bahayanya Empat Kali Lebih Berat Dibandingkan Ketagihan Narkoba
Laporan: Rahmat Saputra | Blangpidie
SERAMBINEWS.COM, BLANGPIDIE - Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Aceh Barat Daya (Abdya), Ida Agustina mengimbau para orang tua agar menjauhi anak-anaknya dari gadget atau bermain handphone.
"Harus kita akui, saat ini anak-anak kita lebih suka bermain gadget ketimbang membaca buku," ujar Ida Agustina, Sabtu (27/3/2019).
Hal itu disampaikan Ida saat pencanangan Gerakan Nasional Orang Tua Membaca Buku (Gernas Baku) di TK Dharma Wanita Blangpidie.
Ia menerangkan, jika anak dibiarkan menggunakan gadget, maka akan membahayakan si anak itu sendiri, karena berdampak buruk pada pertumbuhan otak mereka.
"Makanya, sebelum dampak buruk itu terjadi, maka mari hindari anak dari bermain handphone dan ganti dengan buku bacaan," kata Ida Agustina.
Ia berharap, dengan pencanangan Gernas Baku itu dapat menyatukan visi dan persepsi untuk membangkitkan minat baca bagi semua kalangan.
Terutama bagi para orang tua sebagai upaya membentuk sumber daya manusia yang cerdas dan berdaya saing.
Baca: Kecanduan Gadget Ubah Kebiasaan Orang, Peneliti Temukan Hal Mengejutkan pada Tengkorak Generasi Muda
Baca: Sering Main Gadget, Anak ini Alami Kerusakan Saraf Hingga Susah Berjalan
Baca: Berapa Usia Ideal Anak Gunakan Gadget?
"Saat ini, budaya membaca di kalangan masyarakat kita sangat rendah. Padahal, banyak sekali manfaat yang diperoleh melalui membaca," Kata Ida.
Sperti tambahan informasi, memperluas wawasan, pengetahuan, dan keterampilan. Makanya, ayo kita mulai dan ajak anak kita budaya membaca," pungkasnya.
Dampak penggunaan gadget memang sangat membahayakan. Selain memberikan dampak positif, juga mendatangkan dampak negatif bagi penggunanya.
Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh pernah mencatat bahwa konten pornografi bahayanya empat kali lebih berat ketimbang ketagihan narkoba.
Orangtua diharapkan selalu memantau dengan baik, sehingga potensi sang anak berselancar pada konten pornografi terhindarkan.(*)