Mahasiswa Bawa Ikan dan Sayur, Saat Demo di Kantor Wali Kota Lhokseumawe

Puluhan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan demo ke kantor Wali Kota Lhokseumawe

Editor: bakri
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh, melakukan aksi di depan kantor Walikota Lhokseumawe, Senin (29/7/2019). Aksi mereka untuk mengkritik kinerja Pemko Lhokseumawe di bawah kepemimpinan Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad. 

LHOKSEUMAWE - Puluhan mahasiswa dari Fakultas Hukum Universitas Malikussaleh (Unimal) melakukan demo ke kantor Wali Kota Lhokseumawe, Senin (29/7). Mereka mengkritik kinerja Pemko di bawah kepemimpinan Suaidi Yahya-Yusuf Muhammad. Dalam melakukan aksinya, mahasiswa juga membawa ikan segar dan sayur.

Ketika tiba di kantor wali kota, mereka mengusung sejumlah poster dan spanduk berisikan kritik terhadap sejumlah kebijakan Pemko Lhokseumawe. Misalnya, “Hei Pak Wali, Bek Gadoeh Neumeujanji, Tapi Rakyat Peurele Bukti”. Kemudian, “Lhokseumawe Kota Seribu Parkir” dan lainnya.

Aksi mahasiswa dimulai dengan teaterikal. Di mana digambarkan sosok wali kota dan sejumlah pejabat sedang minum kopi. Lalu, datang sejumlah pedagang seperti penjual buah, sayur, dan ikan. Mereka juga membawa ikan segar dan sayur berupa daun ubi.

Saat berjualan, tiba-tiba datang petugas sehingga mereka pun digusur. Pada adegan berikutnya, wali kota yang sedang asyik minum kopi diculik sejumlah warga, dan dibawa kabur dari lokasi demo. Saat itulah, pejabat berteriak kehilangan.

Tidak lama kemudian, penculik sosok wali kota membawa batang pisang yang sudah dibungkus dengan kain putih. Adegan ini untuk menggambarkan jika sosok wali kota sudah meninggal. Maka, para pejabat menangis. Setelah itu, aksi mereka dilanjutkan dengan orasi.

Selepas satu jam berorasi, mahasiswa wali kota ke luar untuk menemui mereka. Setelah ditunggu, wali kota tak juga ke luar. Sehingga, mahasiswa berusaha menerobos blokade Satpol PP. Aksi dorong-mendorong antara mahasiswa dan Satpol PP terjadi sekitar dua menit.

Setelah terhenti beberapa saat, aksi saling dorong-mendorong kembali terjadi. Saat aksi kedua ini, sempat terlihat satu anggota Satpol PP terjatuh. Kondisi ini membuat aksi semakin memanas. Selain itu, adu mulut antara kedua kelompok terjadi. Mahasiswa menuding ada personil Satpol PP yang memukul mereka. Kondisi membuat Wakapolsek Banda Sakti, Ipda Faisal turun tangan dan menenangkan mahasiswa.

Tak lama kemudian, Plt Sekdako Lhokseumawe, Miswar Ibrahim turun untuk menemui mahasiswa di halaman kantor. Kepada Sekdako, mahasiswa kembali mendesak agar personil Satpol PP menendang seorang rekannya supaya meminta maaf kepada mereka. Permintaan tersebut dipenuhi.

Satu personil Satpol PP akhirnya keluar dari dalam gedung. Menggunakan pengeras suara, dia meminta maaf kepada para mahasiswa.

Selanjutnya, mereka saling berjabat tangan. Setelah itu, mahasiswa membacakan pernyataan sikap dan pada pukul 12.30 WIB membubarkan aksi secara tertib.

Plt Sekdako Lhokseumawe, Miswar Ibrahim di depan mahasiswa menyatakan, kalau petisi yang disampaikan mereka merupakan hal positif guna memberi saran kepada pemerintah.

Ia memastikan, semua tuntutan mahasiswa saat ini dalam proses penyelesaian. Dicontohkannya, masalah jalan lingkar Ujong Blang, tahun ini akan ada pembangunan lanjutan. Pasar ikan dan sayur di Cunda sudah dialihkan ke camat setempat, dan hal lainnya. “Semuanya dalam proses. Tapi, kita lakukan secara bertahap,” katanya.

Seusai mendapatkan penjelasan, mahasiswa mendesak Plt Sekdako meneken surat pernyataan terkait komitmen menjalankan semua isi tuntutan mereka. Dan surat itu harus ditandatangani di atas materai.

Isi surat pernyataan bertuliskan tangan tersebut yakni “Kami Sekda Kota Lhokseumawe akan menindaklanjuti semua tuntutan mahasiswa sesuai petisi yang disampaikan”. Lalu di bawahnya ada tekenan Miswar Ibrahim di atas meterai, dan di sampingnya tandatangan Koordintaor Aksi, M Fadli.(bah)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved