Orang Tua Harus Jadi Teman Anak di Medsos

BANDA ACEH - Seiring berkembangnya teknologi saat ini yang telah masuk ke setiap rumah, orang tua dituntut untuk meningkatkan pengawasan terhadap anaknya. Apalagi di era internet ini, orang tua diharapkan mampu mendampingi anaknya dalam berinteraksi di dunia maya, seperti menjadi teman anak di media sosial (medsos).

Hal itu disampaikan Dr Neila Ramdhani MSi MEd Psikolog dalam talkshow bertema “Ketika Internet Singgah di Rumah Kita,” Kamis (1/12) di Anjong Mon Mata, Banda Aceh. Dr Neila menjadi pemateri bersama Kasi Sistem Informasi Manajemen dan Telematika Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi dan Telematika (Dishubkomintel) Aceh, Hendri Dermawan SKom.

Menurut Dr Neila, kemajuan teknologi telah membawa perubahan terhadap peran anggota keluarga. Bagi orang tua katanya, tantangan saat ini tidak hanya datang dari dunia nyata, tetapi juga dunia maya (internet). “Orang tua bisa memonitor anaknya, dengan cara menjadi teman di media sosialnya. Sehingga bila ada orang asing dapat segera diketahui,” ujarnya.

Dia mengatakan, teknologi khususnya internet memang memiliki sisi positif bagi keluarga. Namun jika tidak mampu dikendalikan, internet bisa menjadi antisocial behavior, yaitu perilaku yang tidak mengindahkan norma dalam masyarakat. “Anak bisa dengan mudah menerima perilaku menyimpang yang ditontonnya. Peran orang tua sangat penting untuk menjaga keluarga tetap harmonis,” kata Neila.

Sementara itu, Hendri Dermawan SKom mengatakan, jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 88.1 juta orang, berada pada peringkat ke-6 dunia. “Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun,” ujarnya mengutip data Kemkominfo.

Menurut Hendri, pengaruh konten negatif di internet berupa pornografi, perjudian, penipuan, pelecehan, pencemaran nama baik, cyber-bullying, dan kejahatan dunia maya, menjadi alasan mengapa diperlukannya sosialisasi penggunaan internet di masyarakat. “Pemerintah Aceh telah melakukan berbagai sosialisasi selama ini hingga pemblokiran ilegal konten,” jelasnya.

Adapun talkshow yang diselenggarakan Ikatan Psikologo Klinis (IPK) Aceh itu diikuti 300 peserta dari kalangan umum dan mahasiswa. Kegiatan itu dibuka Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan dan Sumber Daya Manusia, Helvizar Ibrahim.(fit)