VIDEO - Keceriaan Lima Pemuda sebelum Mengalami Kecelakaan di Trienggadeng, Mereka Panitia Maulid

SERAMBINEWS.COM - Insiden kecelakaan lalu lintas, antara bus Sempati Star dengan pikap di lintas Banda Aceh-Medan, kawasan Trienggadeng, Pidie Jaya, Jumat (22/12/2017) pagi, merenggut enam korban jiwa dan satu orang kritis.

Kapolres Pidie, AKBP Andy Nugraha Setiawan Siregar SIK, bersama Kasat Lantas Iptu Rina Bintar Handayani SIK, melalui Kapolsek Trienggadeng, Iptu Iskandar Selian SH kepada Serambinews.com, Jumat (22/12/2017) mengatakan, insiden kecelakaan itu melibatkan bus Sempati Star BL 7522 AA dengan mobil pikap jenis Kijang Super BL 8158 PE.

Data dihimpun Serambinews.com, lima korban meninggal dunia adalah warga Gampong Sagoe, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, yaitu Gatot Abubakar (24), Ismadi Nurdin (31), Mansur Nasrul (37), Fandi Saifuddin (25), dan Asril Tgk Imum Gade (23).

Sementara seorang korban meninggal lainnya, yaitu Irfandi Mahdi (19) asal Gampong Mee Peuduek.

Tiga korban meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara tiga lainnya meninggal dalam penanganan medis di RSUD Pidie Jaya, di Meureudu.

Sedangkan korban kritis yaitu Mustaqim (27) yang juga warga Gampong Sagoe telah dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.

Beredar video

Beberapa saat setelah kejadian, beredar beberapa video yang memperlihatkan sebelum dan setelah kejadian.

Video-video itu beredar melalui media sosial Facebook dan fasilitas berbagi pesan Whatsapp.

Satu video memperlihatkan lima anak muda yang menumpang pikap, beberapa saat sebelum kejadian.

Informasi diperoleh Serambinews.com, video ini direkam oleh salah seorang penumpang pikap tersebut.

Dalam rekaman video, anak-anak muda yang sedang dalam perjalanan mengambil sekam untuk keperluan pelaksanaan Maulid Nabi Muhammad saw. di kampungnya, terlihat sangat ceria.

Beberapa pengguna Facebook yang memberikan komentar di Halaman Facebook Serambinews.com mengatakan, anak-anak muda ini adalah bagian dari panitia maulid yang akan digelar di Gampong Sagoe. 

"Smg husnul khatimah. Perjalann mrka ingin berdakwah. Menyukseskan perayaan moulid Rasul
Mudh2n mendpt syufaat kelk dr baginda Rasulullah," tulis pemilik akun Putri Vitria.

Sementara satu video lainnya direkam oleh salah seorang pengguna jalan yang mengendarai sepeda motor.

Video ini memperlihatkan kondisi mobil pikap yang masih tersangkut di bawah bumper depan bus Sempati Star, serta beberapa sosok tubuh yang tergeletak di pinggir dan badan jalan.

Berikut dua video yang telah digabung oleh tim Serambi TV. 

Empat korban dimakamkan satu liang

Data dihimpun Serambinews.com, saat kecelakaan terjadi, tujuh pemuda Gampong Sagoe Trienggadeng itu, sedang dalam perjalanan pulang dari kilang padi di perbatasan Trienggadeng – Panteraja.

Anak-anak muda ini menjalani tugas sukarela, mengambil sekam di kilang padi untuk keperluan menghias taman di depan panggung ceramah maulid yang direncanakan berlangsung hari Minggu (24/12/2017).  

Karena itu, seperti terlihat di rekaman video, anak-anak muda ini terlihat sangat ceria.

Namun, takdir berkehendak lain. Dalam perjalanan pulang dari melaksanakan tugas, anak-anak muda ini dipanggil untuk menghadap Sang Pencipta.

Ban sebelah kanan mobil tersebut tiba-tiba meletus, sehingga mobil yang mereka tumpangi oleng ke kanan jalan.

Pada saat bersamaan, dari arah Medan muncul bus Sempati Star, sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.

Pikap tersebut sempat terseret sejauh 50 meter lebih. Sopir bersama dua penumpang terjepit di kabin.

Sementara penumpang di bagian belakang, terpelanting ke badan jalan.

Tadi malam, mereka telah dimakamkan di kampung halamannya.

Empat orang yaitu, Mansur Nasrol (30), Gatot Abubakar (24), Ismadi Nurdin (31), dan Fandi Saifuddin (25), dimakamkan satu liang di pekuburan desa Gampong Sagoe.

Sementara Asril Tgk Imum Gade (23) dimakamkan di kuburan keluarga, di samping rumah orangtuanya di Gampong Sagoe.

Sedangkan Irfandi Mahdi (19) dimakamkan di kompleks kuburan keluarga di Gampong Mee Peuduek.

Berita lengkap dapat dibaca di Harian Serambi Indonesia edisi Sabtu (23/12/2017).