VIDEO - Detik-Detik Saat Hononer Bener Meriah Melempar ke Arah Bupati dan Terjadi Kegaduhan di DPRK

Laporan Muslim Arsani | Bener Meriah

SERAMBINEWS.COM, REDELONG - Acara audiensi untuk mencari solusi terkait tenaga honorer di Bener Meriah berubah menjadi kacau di Gedung DPRK Bener Meriah, Selasa (2/1/2017).

Ratusan tenaga honorer menghadiri acara tersebut yang sebelumnya berdemo dan membentang spanduk di depan DPRK.

Mereka akan meminta penjelasan kepada DPRK, terkait keputusan Bupati Bener Meriah, untuk merasionalisasikan tenaga honorer dan bakti dil ingkungan Pemkab Bener Meriah.

Baca: Ribuan Honorer dan Tenaga Bakti di Bener Meriah Terancam Menjadi Pengangguran

Ratusan tenaga honorer dari berbagai instansi di lingkup instansi Pemerintahan Kabupaten Bener Meriah datangi DPRK Bener Meriah, Selasa (2/1/2017). (SERAMBI/MUSLIM ARSANI)

Hadir juga Bupati Bener Meriah, Ahmadi bersama Anggota DPRK dalam sidang yang dipimpin Darwinsyah dari Partai Golkar.

Setelah mendengarkan aspirasi dari tenaga honorer berbicara mengenai keluh kesah mereka.

Kemudian mempersilahkan Bupati Bener Meriah untuk menjawab.

Namun beberapa anggota DPRK yang hadir ditempat, hendak berbicara, tidak dipersilahkan oleh pimpinan sidang.

Baca: Minta Penjelasan Soal Pemecatan, Ratusan Honorer Lakukan Aksi Demo di DPRK Bener Meriah

Hingga akhirnya, beberapa anggota dewan lainnya memilih untuk meninggalkan ruangan.

Diantaranya Jawahir Putra, Muhammad Amin, Anwar, Edi Zulkifli.

Akibat dari keluarnya anggota beberapa anggota dewan tersebut, membuat suasana audiensi menjadi rusuh dan anarkis.

Petugas keamanan dari TNI/Polri dan anggota Satpol PP Bener Meriah di ruang sidang berusaha untuk mengamankan situasi.

Baca: Ratusan Tenaga Honorer Datangi DPRK Bener Meriah, Ini Tuntutan Mereka

Dari pantauan Serambinews.com, massa mulai melempari microphon, tas, air minum mineral, ke arah Bupati Bener Meriah.

Lemparan tersebut hingga mengenai Ahmadi, dan Sekda Bener Meriah, Ismarisisska, yang saling berdekatan.

Baca: BREAKING NEWS - Demo Honorer Rusuh, Massa Lemparkan Bermacam Benda ke Arah Bupati

Akhirnya, beberapa orang yang berpakaian preman, mengejar perwakilan massa yang dianggap sebagai provokator.

"Pimpinan sidang tidak prorakyat, pimpinan berat sebelah," teriak tenaga honorer.

Baca: Setelah Rusuh Para Honorer Bener Meriah Kembali Masuk Ruangan, Ini Penjelasan Bupati Ahmadi

Proses audiensi sempat tertunda, karena ada beberapa massa yang tidak ingin masuk.

Tapi akhirnya setelah dibujuk para peserta masuk lagi untuk mendengarkan paparan dari Bupati Bener Meriah yang menjelaskan soal kebijakannya (*)

Ini video di gedung DPRK Bener Meriah: