Desa Geulanggang Gajah Abdya Juga Terkena Penalti, Uang Rp 325,5 Juta "Hangus"

Laporan Zainun Yusuf | Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Desa/Gampong Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya), selain tidak bisa mencairkan anggaran desa tahap II tahun 2017 sebesar 40 persen atau sekitar Rp 551 juta 'hangus', juga terkena penalti dari pemerintah pusat.

Penalti atau denda yang dikenakan oleh pemerintah pusat tidak lagi mengalokasikan Dana Desa (DD) tahun 2018 sebesar 40 persen sejumlah 325,5 juta atau sejumlah sejumlah DD tahap II tahun 2017 yang tidak bisa dicairkan.

Peristiwa penalti disebabkan Keuchik Geulanggang Gajah tidak mempersiapkan laporan pertanggung jawaban (LPJ) dan realiasasi anggaran desa tahap I tahun 2017 berjumlah 60 persen sampai berakhir tahun anggaran 2017.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Keuangan Kabupaten (BKK) Abdya, Muhammad Nizam SE MM dihubungi Serambinews.com, Rabu (3/1/2018) menjelaskan, selain ptidak bisa mencairkan anggaran desa 2017 tahap II sebesar 40 persen sebesar Rp 551 juta, Desa Geulanggang Gajah, Kecamatan Kuala Batee juga terkena penalti (denda) dari pemerintah pusat.

(Baca: Di Abdya, Ada Gampong yang Hangus Dana Desa Rp 551 Juta, Kenapa?)

Penalti berupa tidak dialokasikan dana desa (DD) sebanyak 40 persen tahun 2018 atau sebesar DD tahap II tahun 2017 yang tidak bisa dicairkan.

“DD yang tidak dialokasikan oleh pemerintah pusat untuk Desa Geulanggang Gajah tahun 2018 sebanyak 40 persen atau berjumlah Rp 325, 5 juta juta.

“DD untuk Geulagang Gajah sebesar Rp 325, 5 juta tahun 2018 tidak dialokasikan lagi,” kata Muhammad Nizam.

Seperti dijelaskan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Pengendalian Penduduk dan Pemberdayaan Perempuan (DPMP4) Abdya, Ruslan Adly SP dihubungi Serambinews.com bahwa Desa Geulanggang Gajah tahun 2017 mendapat alokasi anggaran desa Rp 1.229.300.000.

Anggaran desa tersebut berasal dari tiga sumber, Dana Desa (DD) dari APBN, Anggaran Dana Gampong (ADG) bersumber dari APBK Abdya dan anggaran dari bagi hasil pajak dan retribusi dari APBK Abdya.

Desa Geulanggan Gajah telah melakukan pencairan anggaran tahap I sebesar 60 persen atau sekitar Rp 677,6 juta.

Sisanya, sebanyak 40 persen atau berjumlah Rp 551 juta dicairkan tahap II.

Persyaratan pencairan anggaran desa tahap II hanya bisa dilakukan setelah Keuchik setempat membuat dan mengajukan LPJ dan realisasi anggaran tahap I kepada DPMP4 Abdya.

“Tapi, sampai berakhir tahun anggaran 2017, Keuchik Geulanggang Gajah tidak mengajukan LPJ dan realasasi anggaran tahap I, sehingga sesuai aturan anggaran tahap II tidak bisa dicairkan lagi atau hangus,” kata Ruslan Adly. (*)