Kanal

Sains Ramalkan Bagaimana Nasib Manusia dan Bumi 10.000 Tahun Mendatang

SERAMBINEWS.COM - Sejumlah ilmuwan meramalkan bahwa kiamat akan terjadi 10.000 tahun lagi. Bagaimana sains menjelaskan hal tersebut?

Dikutip dari Sciencealert, Minggu (31/12/2017), beberapa hal di masa depan dapat diprediksi dengan akurasi yang mengejutkan.

Berdasarkan ilmu pengetahuan tentang kehidupan, alam semesta dan segala sesuatunya yang dimiliki; kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada manusia, khususnya di bidang astrofisika dan evolusi, ratusan ribu tahun mendatang. 

Baca: Asteroid Berbentuk Tengkorak akan Melintasi Bumi pada 2018, Asteroid Aneh ini Ditemukan pada 2015

Dalam 10.000 tahun mendatang, para peneliti memprediksikan tenggelamnya benua Antartika Timur.

Ini adalah benua dengan lapisan es terpanjang di planet kita, dan jika lembah subglasi Wilkes runtuh, permukaan air laut akan naik sekitar 3-4 meter. Ini butuh waktu sekitar 5.000-10.000 tahun.

Namun, ada kemungkinan manusia akan punah sebelum menghadapi sapuan air laut setinggi itu.

Sebuah teori bernama Argumen Hari Kiamat yang diusulkan oleh fisikawan asal Australia, Brandon Carter, memprediksikan bahwa manusia memiliki kemungkinan punah 95 persen dalam waktu 10.000 tahun.

Akan tetapi, patut diingat bahwa ini baru teori, dan tidak sedikit yang menentangnya.

Menurut para peneliti, yang lebih memungkinkan adalah pada 10.000 tahun mendatang, tidak akan ada variasi genetik regional pada manusia. Ini tidak serta merta semua manusia akan sama. Akan tetapi, akan ada ciri genetis seperti warna mata yang menyebar merata pada semua ras manusia di semua belahan dunia.

Halaman
12
Editor: Fatimah
Sumber: Kompas.com

Berita Populer