Kanal

Oknum Petugas IGD RS Pertamedika tidak Ramah

RS Pertamedika - abulyatama.ac.id

BEBERAPA hari lalu, karena merasa pusing dan muntah-muntah, suami saya membawa saya ke IGD RS Pertamika Banda Aceh. Saya masuk ke IGD sekitar pukul 23.00 WIB, disambut dengan rumah oleh petugas medis di RS tersebut. Petugas menanyakan apa keluhan saya dan kemudian langsung menyuruh saya istirahat di tempat tidur ruang IGD RS itu.

Ia memasang infus di lengan saya, sementara petugas lainnya mendata dan meminta Kartu Askes. Semua itu dilakukan oleh para petugas medis tersebut dengan baik dan santun. Sehingga dua jam setelah dirawat, saya merasa sudah agak baikan, tidak pusing dan tidak muntah-muntah lagi. Saya pun kemudian melalui suami minta pulang. Saat keinginan pulang itu kami sampaikan, seorang petugas medis dengan ramah menanyakan apa benar saya sudah baikan, sanggup pulang? Ia malah menyarakankan sebaiknya tunggu sampai besok pagi saja. Tapi karena saya bilang sudah baikan dan normal kembali, maka petugas itu membolehkan saya pula.

Nah, sekira 10 menit kemudian, datang seorang petugas medis berbaju coklat, sama seperti saat pasang infus juga berseragam serupa, dengan wajah cemberut berkata, “Ini obatnya, bu,” sambil bergegas pergi. Tak lama kemudian, ia balik lagi dengan membawa kapas dan perban seraya berkata, “Buka infus ya bu,” dengan kasar dia copot perban jarum infus di lengan saya.

Akibatnya, darah segar keluar dari bekas jarum selang infus di lengan saya. Saya bilang “itu darah keluar.” Petugas tersebut dengan santai menjawab, “Ya, karena gak ditekan kapasnya.” Petugas itu pun kemudian menempel perban dan langsung pergi tanpa peduli dengan darah yang terus keluar dari lengan saya.

Saya berteriak, “darah banyak keluar ini.” Suami saya pun kemudian memanggil petugas di meja IGD. Datang petugas berbaju bebas dan melihat banyak darah langsung ditekan urat nadi saya. Ia kemudian memanggil petugas yang membuka infus saya tadi, darah semakin banyak keluar, mengalir ke bawah dan mangenai baju selimut saya.
Petugas yang mencabut jarum infus saya tadi datang, dengan wajah tanpa bersalah bahkan santai sekali membersihkan darah dengan tissu basah yang kami bawa. Satu lagi kekurangan di IGD tersebut adalah para petugas berbicara dan bersenda-gurau dengan suara dan tertawa besar-besar.

Nurmi Ali
Ibu rumah tangga tinggal di Banda Aceh.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer