Kanal

Mohon Tertibkan Petugas Pakir di Kota Sigli

Petugas Satpol PP menertibkan seorang juru parkir liar di Mr Mohd Hasan, Suka Damai, Banda Aceh, Selasa (8/5). SERAMBI/MUHAMMAD NASIR -

PADA hari ketiga puasa Ramadhan, selepas shalat Asar saya berkeliling kota Sigli dengan sepeda motor untuk mecari kebutuhan sehari-hari dan penganan berbuka puasa. Saat masuk pasar, saya memarkir sepeda motor di Jalan Perniagaan, Sigli, yang memang dijaga oleh petugas parkir.

Selesai belanja, saya mengambil kembali sepeda motor di parkiran dengan menyodorkan biaya parkir Rp 1.000 kepada petugas parkir. Tapi alangkah terkejutnya saya ketika petugas parkir itu menyatakan bahwa uang yang saya berikan itu tidak cukup. Menurutnya, selama Ramadhan biaya parkir naik menjadi Rp 2.000.

Saya mempertanyakan; mengapa naik, memang demikian peraturannya, kata petugas parkir itu. Tentu sebagai warga kota, saya tidak dapat menerima kebijakan kenaikan harga parkir hingga dua kali lipat itu, sebab tanpa sosialisasi sebelumnya. Jika ini merupakan kebijakan yang telah diambil oleh Pemkab Pidie, mohon agar disosialiasi kepada masyarakat jauh-jauh hari sebelumnya.

Akan tetapi jika ini hanya inisiatif petugas parkir saja, saya memohon kepada Bapak Bupati Pidie dan jajarannya agar dapat menertibkan petugas parkir nakal tesebut. Memang uang Rp 1.000 tidak besar jika hanya per sekali parkir, namun bagaimana jika dalam sekali perjalanan kita memarkirkan kenderaan di beberapa tempat, tentu uang yang harus dikeluarkan untuk parkir akan sangat terasa besarnya.

Saya menduga kebijakan menaikkan tarif parkir ini secara sepihak tanpa koordinasi dengan pemerintah. Kebijakan ini tentu tidak hanya merugikan masyarakat, tetapi juga merugikan keuangan daerah dimana hasilnya yang akan dicatat sebagai pendapatan asli daerah (PAD) tidak masuk dalam kas daerah. Saya percaya, Abusyik dan jajarannya dapat mengatasi hal ini. Terima kasih.

Identitas penulis diketahui Redaksi

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer