Kanal

Israel Tolak Turis dari Indonesia, Akankah Masjid Aqsa Semakin Sulit Dikunjungi?

Pemandangan Kompleks Masjidil Al-Aqsa di Yerusalem, dengan bangunan Masjid Kubah As-Sakhrah (Dome of The Rock) yang tampak menonjol. - AFP Photo/Thomas Coex

SERAMBINEWS.COM - Mulai 9 Juni 2018, pemerintah Israel melarang turis Indonesia berkunjung ke negara mereka.  

Kebijakan ini disebut-sebut diterbitkan sebagai bentuk balasan atas pelarangan turis Israel masuk ke Indonesia.

Selama ini, Israel diketahui menjadi gerbang masuk bagi para peziarah tiga agama sekaligus, yakni Islam, Kristen, dan Yahudi.

Di sana ada Masjid Al-Aqsa milik umat muslim, Gereja Suci Makam Kudus yang merupakan situs Kristen paling suci di dunia, dan Tembok Ratapan milik umat Yahudi.

Maka tidaklah mengherankan jika suara azan dari menara masjid, bunyi lonceng gereja, dan kidung-kidung Ibrani dari sinagoge, sering terdengar bersamaan di Yerusalem.

Dari tempat-tempat itu, nama Tuhan yang Agung dan Suci dikumandangkan dalam berbagai bahasa dan dialek.

Tapi bayangan surga hanya sedikit tampak di Yerusalem. Selebihnya, kota itu menyimpan pertikaian panjang dan berkarat, dari zaman para nabi hingga sekarang.

(Baca: Indonesia Tolak Visa 53 WN Israel, Menkumham tak Mau Beberkan Alasan karena Masalah Sensitif)

(Baca: Mulai 9 Juni 2018, Turis Berpaspor Indonesia Dilarang Masuk Wilayah Israel)

Saat ini, wilayah tempat beradanya tiga situs penting bagi tiga penganut agama Samawi ini diklaim menjadi bagian dari Negara Israel.

Setiap pengunjung yang ingin berziarah ke tiga situs tersebut, harus mendapatkan izin dari Pemerintah Israel.

Tidak hanya berlaku bagi warga dari luar negeri, izin dari otoritas Israel juga berlaku untuk para pengunjung dari Palestina yang dianggap sebagai pemilik sah wilayah tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Zainal Arifin M Nur
Editor: Zaenal
Sumber: Serambi Indonesia

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer