Kanal

Dirjen Kebudayaan dan Pemkab Gayo Lues Gelar “Saman Roa Lo Roa Ingi” dan "Saman Bale Asam"

Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid dan Bupati Gayo Lues HM Amru menandatangani dokumen kerjasama program Indonesiana, Jumat (6/7/2018). - ist

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Kementerian Pendidikan dan  Debudayaan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gayo Lues menggelar pertunjukan “Bejamu Saman Roa Lo Roa Ingi” atau “ Saman Dua Hari Dua Malam” dan  “Saman Bale Asam” melibatkan 11 kecamatan dengan 330 pesaman.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program “Platform Indonesiana” berlangsung mulai September sampai November 2018. 

Kerjasama kegiatan itu dikukuhkan dalam Memorandum of Understanding atau MoU yang ditandatangani  Dirjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid dan Bupati Gayo Lues , HM. Amru di Kementerian Kebudayaan Jakarta, Jumat (6/7/2018).

Baca: Pertunjukan SAMAN 15001 Refleksi Spirit Perdamaian Dunia

Kabupaten Gayo Lues merupakan satu-satunya kabupaten di Provinsi Aceh yang terlibat dalam program “Platform Indonesia.”  

Mengiringi kegiatan itu juga diselenggarakan seminar saman, workshop saman, kompetisi bines, kompetisi kerawang Gayo, kompetisi kopi, dan kompetisi musik etnik.

Bupati Gayo Lues HM Amru menyatakan terima kasih kepada Dirjen Kebudayaan karena telah memilih GayoLues sebagai  salah satu lokasi pelaksanaan program Indonesiana.

Baca: Dibiayai Pusat, Pentas Saman Massal Tahun Ini Akan Melibatkan 15.000 Pemain di Gayo Lues

“Kami sangat membutuhkan banyak kegiatan dalam rangka mengembangkan dan melestarikan kesenian masyarakat. Tentu saja kegiatan ini akan besar manfaatnya bagi pelestarian kebudayaan kita,” kata HM Amru yang hadir didampingi Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata GayoLues Drs Syafruddin.

“Bejamu Saman” dan “Saman Bale Asam” adalah dua jenis pertunjukan saman yang sangat unik dan menarik.  

“Bejamu Saman” berlangsung selama dua hari dua malam, mengikutsertakans eluruh kampung di kabupaten tersebut.

Selanjutnya akan ditutup dengan “Saman Bale Asam” yaitu pertunjukan saman yang dilakukan secara bersama-sama oleh masing-masing kampung dengan cirri dan gerakan masing-masing.

“Ini semacam upacara penutup dari rangkaian pertemuan tertentu. Dulu “Saman Bale Asam” dilakukan setelah acara silaturrahmi Idul Futri,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata gayo Lues, Drs Syafruddin. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Sumber: Serambi Indonesia

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer