Kanal

Pucok Krueng, Wisata Alam yang Mempesona

KEINDAHAN Pucok Krueng, Lhoknga, Aceh Besar, Minggu (8/7). -

MENELUSUP di balik bebukitan membuat keindahan Pucok Krueng tak henti mengundang decak kagum. Hijaunya pepohonan yang memeluk kawasan tersebut membuat segar mata memandang. Sinar Pucok Krueng mulai timbul ke permukaan sejak beberapa tahun terakhir. Pesona itu nyata membayang pada jernihnya air biru tosca yang menggenangi sungai yang menyerupai telaga. Berdinding batu cadas yang membentengi sekelilingnya, Pucok Krueng ‘tebar pesona’ di mata pengunjung.

Serambi berkesempatan menyusuri gua Pucok Krueng yang legendaris, Minggu (8/7). Sebuah gua berdiri gagah di sisi hulu sungai. Bongkah-bongkah batu mengapit jalan setapak dengan kontur menanjak dan menurun. Cahaya matahari mengintip di sela-sela pepohonan besar menuju gua yang berada tak jauh dari hulu sungai. Keduanya mempunyai satu kesamaan, sama-sama berair jernih dan berwarna biru tosca. Berdinding batu cadas yang mengapit mulut gua. Menurut cerita, jika disusuri gua tersebut berujung ke hulu sungai di kawasan Lamno, Aceh Jaya.

“Keindahannya masih sangat alami, kayak lukisan aja. Nggak nyangka di sini ada tempat seperti ini,” ujar Hafnidar, warga Aceh Utara yang berkunjung ke Pucok Krueng bersama keluarga.

Ya, Pucok Krueng belum banyak dituturkan pelancong. Tak heran, letaknya yang tersembunyi di Kecamatan Lhoknga, membuat gaungnya belum nyaring terdengar. Keindahan alami persembahan alam Aceh Besar ini menawarkan ketenangan yang bakal membuat pengunjung enggan pulang. Jika punya nyali lebih, anda bisa mencoba melompat dari tebing dengan ketinggian 20 meter dan berenang di Pucok Krueng yang terbilang dalam. Seutas tali yang menggantung di sisi tebing, menantang nyali.

Bersantai ria di deteran pondok bisa jadi pilihan menyenangkan. Berpiknik sembari leyeh-leyeh di atas hammock di tepi Pucok Krueng akan terasa melenakan. Tak ubahnya ‘oase’ di tengah hawa panas yang membekap pesisir Aceh. Tempat yang tepat untuk melepas penat sekaligus ‘lari’ sejenak dari hiruk pikuk kota.

Tempat wisata ini dikelola oleh warga setempat, mereka hanya mengenakan tarif masuk Rp 10 ribu per kendaraan. Meski pun tidak masuk destinasi mainstream, anda tak perlu khawatir, karena pengelola juga menyediakan makanan dan minuman ringan ala kadar peneman piknik. Merasakan sensasi lebih dekat dengan alam yang mendamaikan jiwa dan menenteramkan pikiran. Siapkan kameramu dan abadikan setiap jengkal keindahannya.

Jika berangkat dari pusat Kota Banda Aceh, butuh waktu sekitar 30 menit berkendara. Melintasi jalur barat selatan dengan menyusuri Jalan Nasional Banda Aceh-Meulaboh. Tempat ini ditandai dengan keberadaan pabrik PT Lafarge. Dari sini, perjalanan sesungguhnya baru saja dimulai. Selanjutnya, sisa perjalanan dengan jarak tempuh sekitar 15 menit melintasi jalan berupa tanah dan bebatuan. Berkunjung kemari saat musim hujan bukanlah ide baik. Tapi, perjuangan menuju ke lokasi, terbayar lunas begitu menjejakkan kaki di Pucok Krueng.(nurul hayati)

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi: Sakit Hati Dibangunkan saat Tidur Pakai Kaki

Berita Populer