Kanal

Seniman Tamiang Hidupkan Gairah Seni di Kafe Sawah

Para seniman Aceh Tamiang seusai pertunjukan di Kafe Sawah Kuala Simpang. - ist

Laporan Fikar W Eda |Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALA SIMPANG --- Meggelorakan kegiatan berkesenian di Aceh Tamiang, serombongan seniman tampil baca puisi dan bermusikalisasi di Kafe Sawah, salah satu tempat apresiasi seni di Kuala Simpang.

Kegiatan itu berlangsung, Senin (25/7/2018) malam, bertajuk "Tamiang Lintas Bus Malam."

Meski diwarnai hujan, tapi tak menyurutkan semangat para seniman berekspresi.

Antara lain penyair dan wartawan Agam Fawirsa, Sekda Tamiang Razuardi Essex, aktivis komunitas musikalisasi puisi Nuriza Aulia, pemusik Iik Sunyi, Ivan, Fathia, Supri, Diana dan lain-lain.

"Kita perlu mengembangkan kegiatan berkesenian di kota ini, salah satunya dengan cara seperti ini," kata Nuriza Aulia, mahasiswa S2 USU Medan.

Sekda Razuardi Essex dan penyair Agam Fawirsa juga menyatakan hal yang sama.

"Kita harus lakukan bersama-sama. Bersinergi semuanya," kata Agam yang dalam Agustus ini menyelenggarakan pertunjukan seni di panggung terbuka depan GOR Tamiang.

Malam itu Agam Fawirsa membacakan puisi "Salam Damai."

Baca: Bang Essex, Sekda Nyentrik dari Tamiang

Razuardi Essex tampil dengan puisi berbahasa Aceh, sepakat mendukung kegiatan berkesenian di kota itu.

"Silakan anak-anak muda maju, kita akan dukung mereka," kata Razuardi yang juga seorang perupa.

Di Kuala Simpang terdapat sejumlah komunitas seni modern dan tradisi. Komunitas tradisi ada Melayu, Gayo, Aceh, Jawa, dan lain-lain. Sedangkan komunitas seni modern ada seni rupa, teater, musikalisasi puisi dan lain-lain.

"Hanya saja selama ini belum ada yagmenggerakkan potensi itu.

Semoga kedepan bisa dilakukan bersama-sama," kata Nuriza Aulia, pemegang mandat Dewan Kesenian Tamiang. Pemilik Kafe Sawah Bu Ru, berterima kasih tempatnya dijadikan tempat berekspresi para seniman.

"Kami siap kapanpun menyediakan tempat ini untuk seni," kata Bu Ru, salah seorang pejabat Pemkab Aceh Tamiang, yang pernah main teater di Banda Aceh. (*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Yusmadi
Sumber: Serambi Indonesia

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer