Kanal

Gerhana, Ilmu Falak, dan Aqidah Islamiyah

Mustafa Husen Woyla - IST

Oleh Mustafa Husen Woyla

AGAMA Islam adalah agama yang komprehensif yang mencakup segala sesuatu. Islam juga agama yang sangat terbuka dengan berbagai ilmu pengetahuan.

Sejarah mencatat, pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah, masa keemasan Islam, banyak buku-buku para filsuf Yunani diterjemahkan dalam bahasa Arab, salah satunya adalah, ilmu Astronomi yang dalam bahasa Arab disebut Ilmu Falak.

Seperti biasanya, ilmuan muslim selalu melakukan talkhis (filterisasi) ilmu  dari hal yang bertentangan dengan ajaran dasar Islam dan hal-hal yang tidak dianggap penting untuk agama.

Lalu, sejauh mana  ilmu Falak dianggap perlu? Tentu sangat dibutuhkan. Karena amal ibadah muslim diatur dengan penanggalan bulan Qamariah (Hijriah) bukan Syamsiah (Masehi), sebagaimana firman Allah SWT dalam surah  at-Taubah, ayat 36;

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu dia menciptakan langit dan bumi."

Dari bulan Qamariah juga dihitung ibadah puasa, haji, batasan umur baligh, zakat, salat khusufaini, dan lainnya.

Semua itu diukur dengan Qamariah.

(Baca: 8 Foto Gerhana Bulan Blood Moon yang Diambil dari Berbagai Negara dan Luar Angkasa)

Berangkat dari itu, sudah semestinya Islam menganggapnya sebuah keniscayaan dan perlu diperhatikan secara khusus.

Tersebab itu pula Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh membuat surat edaran tentang seruan salat khusuf.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Sumber: Serambi Indonesia

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer