Kanal

Sabar dari Maksiat

-

Oleh Jarjani Usman

“Yusuf berkata: ‘Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada memenuhi ajakan mereka kepadaku. Dan jika tidak Engkau hindarkan dari padaku tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan mereka) dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Yusuf: 33).

Tak terbantahkan bahwa memang ada sejumlah manusia pilihan di dunia ini, yang hasil pikiran dan kerjanya melebihi kerja puluhan dan bahkan ratusan orang. Orang-orang seperti ini punya kekuatan besar (terutama untuk menegakkan yang makruf dan mencegah kemungkaran), yang lebih dari cukup untuk mengurus kehidupannya sendiri. Orang-orang seperti ini seharusnya dipilih untuk dijadikan wakil atau pemimpin rakyat banyak.

Namun sayangnya, tak sedikit orang yang mengajukan diri sebagai wakil atau pemimpin rakyat, padahal untuk mengurus diri sendiri masih sangat kewalahan. Orang-orang yang kewalahan mengurus diri sendiri bisa dilihat dari ketidakmampuan untuk tetap bersabar dari godaan melakukan kemungkaran. Sebagaimana dicontohkan oleh seorang pemuda super tampan yang kemudian diangkat menjadi nabi, yaitu Nabi Yusuf ‘alaihissalam, yang pernah begitu kuat untuk bertahan dari godaan berzina.

Menurut Ibnu Qayyim, kekuatan untuk bersabar dari melakukan maksiat bisa muncul bila mengingat dosa dan azab dari suatu perbuatan maksiat. Juga bila merasa malu kepada Allah karena menggunakan nikmat dari Nya untuk bermaksiat.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer