Kanal

Pembangunan Rumah Korban Gempa di Kuta Pangwa Diprotes Warga, Ada yang Tiangnya Miring

PEMBANGUNAN rumah bantuan gempa di Gampong Kuta Pangwa Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya banyak menuai protes dari warga karena ada yang dibangun asal jadi. Malah beberapa diantaranya terpaksa dirombak kembali. Martunis (kiri) keuchik setempat melaporkan hal itu kepada petugas dari BPBD Pijay yang berkunjung ke sana, Rabu (8/8/2018). - SERAMBINEWS.COM/ABDULLAH GANI

Laporan Abdullah Gani | Pidie Jaya

SERAMBINEWS,COM, MEUREUDU - Pembangunan rumah korban gempa bumi di Gampong Kuta Pangwa, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya, selain sangat lamban, sebagian juga terkesan hanya asal-asalan. 

Keuchik Gampong Kuta Pangwa, Martunis kepada Serambinews.com mengatakan, ada rumah warga yang sedang dalam tahap pengerjaan, Selasa (7/8/2018) salah satu tiang terpaksa dirobohkan, karena  posisi miring.

Beberapa warga lainnya menduga jika siap nanti, sejumlah bangunan di desa tersebut tak bertahan lama. Karena ada yang tak digali pondasi dan pemasangan besi behel sangat sedikit.

Baca: Bupati Pidie Jaya Salur Dana Stimulan untuk Rumah Korban Gempa, Ini Besarnya per Rumah

Melihat dibangun asal-asalan, bahkan ada yang tidak memasang angker, lanjut Martunis, pihaknya sebagai pimpinan gampong sudah sering protes supaya melaksanakan pekerjaan sesuai petunjuk.  Tapi semua itu dianggap hanya angin lalu.

Malah, kepada pemilik rumah diultimatum agar tak ada yang protes apalagi ingin tahu tentang hal-hal lain semisal material atau serapan dana-dana.

“Pemilik rumah hanya menerima kunci ketika bangunan itu rampung,” kata Keuchik Kuta Pangwa mengutip keterangan beberapa pemilik rumah yang sedang dibangun.

Baca: 2 Hari Terkubur Reruntuhan Bangunan Masjid Akibat Gempa di Lombok, Jamaah Shalat Isya Ini Selamat

Martunis menambahkan, total rumah bangun baru di desanya sebanyak 101 unit. Untuk rehabilitasi ada 23 unit. Keseluruhannya ditangani oleh tujuh kelompok masyarakat (pokmas) yang melakukan pembangunan. 

Saat ini rata-rata hanya baru rampung 40 persen. Malah ada rumah yang baru pada tahap penggalian pondasi. Antara lain milik, Cut Fatimah dan Zulkifli SPd.

Saat ini rumah yang tiangnya miring antara lain milik, Asiah Agani, Syukri dan M Nasir. 

“Tiang rumah saya miring sehingga terpaksa saya robohkan,” kata Fazil, anak Asiah kepada Serambinews,com.

Baca: Anggota DPRK Pijay Sebut Banyak Korban Gempa Tercecer, yang bukan Korban Malah Dapat Bantuan Rumah

Nada sama juga disampaikan Aiyub serta beberapa penduduk lainnya yang rumahnya saat ini sedang dibangun.

Sejauhmana kebenaran keterangan keuchik dan beberapa warga korban gempa.

Hingga kini Serambinews.com belum mendapatkan konfirmasi dari konsultan dan ketua pokmas atau pihak terkait yang terlibat dalam pembangunan rumah.(*)

Penulis: Abdullah Gani
Editor: Hadi Al Sumaterani
Sumber: Serambi Indonesia

8 Pengakuan Tersangka Pembunuhan di Bekasi

Berita Populer