Kanal

Mendatangi Perayaan

-

Oleh: Jarjani Usman

“(Yang paling cerdik adalah) mereka yang paling banyak mengingat kematian dan paling siap menghadapinya. Mereka itulah manusia-manusia cerdas” (HR. Ath-Thabrani).

Jika mau diikuti, selalu ada beragam perayaan atau acara-acara meriah dalam perjalanan hidup kita ini. Bukan hanya acara sepakbola di berbagai level yang tak habis-habisnya, tetapi juga perayaan-perayaan kebudayaan menyedot perhatian jutaan insan di berbagai belahan dunia. Tidak terasa berapa banyak umur yang terhabiskan atau berlalu begitu cepat bila semuanya diikuti. Diingatkan kita untuk sama sekali tidak melupakan kehidupan akhirat.

Apalagi kemungkinan melupakan akhirat sangat besar bagi setiap manusia. Alasannya, pertama, kita manusia adalah makhluk pelupa. Kedua, pesta atau perayaan memang membuat kita terbius dan cenderung mencintai dunia dan sebaliknya melupakan kematian.

Karenanya, kita sebaiknya bukan hanya mengunjungi perayaan, tetapi juga membiasakan diri melayat ke rumah orang-orang yang mengalami musibah kematian. Dari kematian seseorang, kita bisa belajar tentang singkatnya kehidupan dunia dan tak bergunanya harta yang banyak bila tidak dimanfaatkan di jalan yang halal. Bila dilakukan dengan niat yang tulus akan membuat pikiran dan hati semakin faham, yakin, dan cerdas. Orang yang cerdas akan termotivasi untuk mengingat kematiannya sendiri yang pasti dialami dan tentunya mempersiapkannya sebagai suatu tindak lanjut.

Editor: bakri
Sumber: Serambi Indonesia

Anjing Milik Korban Pembunuhan di Bekasi Tak Mau Makan dan Menangis, Pakar: Bisa jadi Saksi

Berita Populer